Warga Tolak Penyeragaman Kelas BPJS

Bantenraya.co.id- SERANG, BANTEN RAYA – Warga Kota Serang merasa keberatan dengan kebijakan pemerintah

pusat yang menghapus penyesuaian kualitas rawat inap pasien BPJS Kesehatan, dan diganti dengan ketentuan kelas rawat inap standar (KRIS).

Related Articles

Sebab, semua peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan kualitas ruang perawatan yang relatif sama (seragam)

ketika menjalani rawat inap, sedangkan biaya iuran BPJS Kesehatan yang dikenakan mengalami kenaikan.

Warga Manfaatkan Saluran Irigasi Sukadana Kasemen Surut Dengan Menjaring Ikan

Diketahui, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 59 tahun 2024 yang merupakan

perubahan ketiga atas Perpres nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dimana dalam pasal 103A dan pasal 104 dinyatakan penerapan fasilitas ruang perawatan pada pelayanan rawat

inap kelas standar nantinya bisa diterapkan di seluruh fasilitas RS maupun sebagian fasilitas.

Akses Jalan RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang Rusak Parah

Perubahan utama dalam peraturan tersebut adalah penggabungan kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan menjadi satu kelas rawat inap standar, yang disebut Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Selain itu, diatur juga terkait jumlah pasien atau kepadatan ruang rawat inap maksimal 4 tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter serta mendapatkan fasilitas.

Salah seorang warga Kota Serang Lili Wasli mengatakan, sudah lama menjadi peserta BPJS Kesehatan kelas 3.

Bila penghapusan kelas itu berimbas terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan, maka dirinya merasa keberatan sekali.

Baca artikel Bantenraya.co.id lainnya di Google News
 
1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button