BANTENRAYA.CO.ID – Emas batangan dengan ukuran berat 1 sampai 50 gram kosong di pasaran.
Banyak masyarakat yang membeli emas batangan untuk disimpan sebagai investasi, menyusul terjadinya lonjakan harga emas beberapa hari terakhir.
Manager Galeri 24 Pegadaian Serang Gusrida Wati saat diwawancara Banten Raya mengatakan, ketersediaan emas batangan dengan pecahan 1 gram hingga 50 gram telah habis, dan tidak tersedia lantaran tingginya minat masyarakat membeli emas.
Di Galeri 24, emas batangan yang tersedia tinggal pecahan berat 250 gram.
BACA JUGA : Ayah dan Anak Keroyok Kerabat Hingga Meninggal
“Semua kosong untuk pecahan kecil, yang tersedia saat ini adalah pecahan 250 gram. Kami belum dapat memastikan untuk ketersediaan kedepan, akan kami informasikan melalui saluran media kami,” kata Wati, Selasa (3 Februari 2026).
Karyawan toko emas Pulau Bali Rismawati menyampaikan, selain emas batangan, mayoritas masyarakat di Kota Serang juga memilih emas perhiasan untuk dijadikan aset investasi.
“Karena bisa dipakai juga. Kalau emas batangan ada, namun tidak banyak. Terlebih stok di kami untuk pecahan kecil 1 gram hingga 5 gram sedang habis,” jelasnya.
Seperti diketahui, komoditas emas sebagai aset investasi yang terbilang stabil, mengalami volatilitas yang tinggi dalam sepekan terakhir. Tercatat harga emas ambles hingga 18 persen selama dua hari.
BACA JUGA : Jelang Pensiun, Yudi Suryadi Tekuni Tenis Lapangan
Harga emas pada 3 Februari 2026 berada di level Rp2,84 juta per gram, sedangkan sehari sebelumnya harga emas masih tinggi berada di harga Rp3,07 juta per gram.
Pemilik Toko Benua Emas Royal Edih mengatakan, pola masyarakat dalam membeli emas justru terjadi ketika harga berada pada level tertinggi, sedangkan ketika harga turun mayoritas masyarakat menahan aset tersebut.
“Saya juga merasa heran, seharusnya mereka take profit saat harga tinggi. Namun dari komposisi pembeli ketika harga naik 25 persen itu pada jual dan 75 persen pada beli.
Anggapan masyarakat harganya bisa sampai Rp4 juta per gram,” kata Edih kepada Banten Raya, di Pasar Lama Royal, Kota Serang.
BACA JUGA : Keputusan dalam Mengatur Kualitas SDM
Ia mengatakan, harga emas sangat bergantung terhadap kondisi ekonomi dan politik global. Dalam fenomena terakhir misalnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas menjadi pemicu komoditas emas naik.
“Yang saya perhatikan demikian. Ketika sekutu bergabung dengan Iran kemudian Amerika Serikat menarik mundur barisan, harga emas turun lagi hari ini.
Karena, kalau perang, negara ini pasti memperbanyak cadangan emas,” cakapnya.
Untuk jenis emas yang paling banyak dibeli oleh masyarakat umumnya adalah jenis emas 24 karat.
BACA JUGA : Siswa Diberi Makanan Kering
Jenis emas ini hampir memiliki kesamaan dengan emas batangan karena kandungan emasnya yang tinggi.
“Kalau untuk yang emas 24 ini sama seperti logam mulia, dia naik cepat turun juga cepat.
Hari Rabu kemarin harganya kami pasarkan 2,95 juta sekarang harganya Rp2,5 juta, turun sekitar Rp450 ribu, kalau dikali 10 gram lumayan,” terang Edih.
Sementara itu, untuk emas dengan kadungan yang lebih rendah seperti 22 karat dan 23 karat, lebih resisten terhadap volatilitas harga.
BACA JUGA : SMAN 1 Cigemblong Sebut SPPG Kerap Bikin Kesalahan
“Kalau emas 22 karat dan 23 karat itu paling turun Rp100 ribu disaat emas 24 turun Rp450 ribu, kalau boleh dibilang ini lebih menguntungkan,” ujarnya.
Termasuk harga buyback juga cenderung stabil, untuk varian emas 22 dan 23 karat per gramnya dikenakan buyback dengan selisih Rp30 ribu.
Sedangkan untuk emas 24 karat dan logam mulia berkisar diantara Rp90 ribu sampai Rp100 ribu.
“Karena sifatnya kelipatan, jadi terus mengalami kenaikan juga untuk selisih harga buybacknya, saya kira dari ujung Merak sampai ke Pulau Jawa sama semua,” katanya. (raden)






