BANTENRAYA.CO.ID – Kelompok 11 kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) memiliki program budidaya jamur tiram untuk masyarakat Kelurahan Cibendung, Taktakan, Kota Serang.
Salah seorang peserta KKM Robyansyah mengatakan, kelompok 11 KKM Uniba tidak hanya melakukan budidaya jamur tiram, namun juga melakukan pembinaan atau pendampingan dalam budidaya jamur tiram kepada petani.
Roby menjelaskan, pendampingan budidaya jamur tiram tersebut meliputi aspek teknis maupun aspek manajemen. Target khusus progam budidaya jamur tiram adalah berupa peningkatan produksi jamur tiram yang berdampak pada penumbuhan jiwa, peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang produksi dan pengolahan jamur tiram.
BACA JUGA : Bagikan STB Gratis, Ini Harapan Kelompok 8 KKM Uniba untuk Warga Kasemen
Lebih dari itu, pendampingan budidaya jamur tiram juga berupa peningkatan pengetahuan tentang manajemen pemasaran sehingga terjalin kerjasama dengan koperasi atau pedagang dan memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
Pelatihan dan pendampingan budidaya jamur tiram pada anggota kelompok tani di Kelurahan Cibendung, tepatnya di link Cilowonggardun terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya jamur tiram pada masyarakat Kelurahan Cibendung.
“Hasil dari pendampingan ini berdampak pada peningkatan produksi jamur tiram, sehingga meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani di Kelurahan Cibendung,” katanya Roby.
Menurutnya, pembudidayaan jamur ini sangat cocok untuk masyarakat karena di kampung link Cilowonggardu kondisi cuacanya sangat sejuk, media dalam budidaya jamur ini harus selalu lembab dan dalam pembuatan medianya cukup mudah dan tidak memakan banyak biaya di tambah perawatannya yang sangat mudah.
Sementara itu, Sahroni, salah seorang petani jamur tiram mengatakan, budidaya jamur ini cukup mudah, ditambah perawatanya yang sangat gampang dan bisa dipanen setiap hari, karena perawatanya hanya menggunkan media semprot air dan penyemprotan juga terkadang menggunakan obat hama agar terhindar dari penyakit-penyakit jamur yang bisa memperlambat pertumbuhan jamur tersebut.
BACA JUGA : Kelompok KKM 64 Uniba Ajak Anak Desa Kadukempong Rayakan 1 Muharram
Masih dijelaskan Saharoni, penyemprotan obat hama itu satu bulan sekali, dikarenakan jika terlalu sering menggunakn obat hama tidak baik juga untuk pertumbuhan jamur, jika sering menggunakan obat hama akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan jamur.
Proses pemanenan jamur juga cukup mudah tanpa bantuan alat apapun bahkan bisa di petik dengan tangan kosong, pamanenan bisa dilakukan setiap hari di waktu sore sebelum penyiraman medianya dan sekali panen bisa mendapatkan kurang lebih 20 kg jamur perhari.
“Setelah dipanen jamur tersebut akan dikirim kepada pengepul yang ada di Pasar Rau yang berada di Kota Serang, dengan harga Rp13.000 per kg dan untuk jual eceranya samapai Rp20.000 per kg,” imbuhnya. ***