Trending

Kasus Kriminal Meningkat Akibat Miras

SERANG, BANTEN RAYA- Minuman keras dituding menjadi biang kerok meningkatnya kasus kejahatan di wilayah hukum Polda Banten. Untuk meminimalisir tingkat kejahatan, Polda Banten dan Polres jajaran memberantas minuman keras di tahun 2024 ini, dan berhasil mengamankan 75 ribu botol miras berbagai macam merk.

Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim mengatakan, miras menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatnya kriminalitas di masyarakat. Dalam catatan kepolisian, tingkat kejahatan dan gangguan kamtibmas terus mengalami peningkatan.

Related Articles

“Tren kejahatan terus mengalami kenaikan, tahun 2021 sebanyak 3.407 (perkara), 2022 sebanyak 5.148 perkara, dan 2023 sebanyak 7.391 perkara. Gangguan kamtibmas 2021 ada 1, 2022 sebanyak 113, dan 2023 sebanyak 244,” kata Kapolda saat ekspose di aula serbaguna Polda Banten, Kamis (30/5/2024).

BACA JUGA : Lambat Daftarkan Fi’ah Masuk DTKS, Pj Walikota Semprot Lurah Sawah Luhur

Abdul Karim menjelaskan, dari jumlah data kejahatan dan gangguan kamtibmas setiap tahunnya tersebut. Terlihat jelas, adanya peningkatan signifikan tindak kejahatan di wilayah hukumnya.

“Tren gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten perbandingan tahun 2021, 2022 dan 2023 terjadi peningkatan yang signifikan setiap tahun yaitu pada kejahatan dan gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban,” jelasnya.

Faktor lainnya, Abdul Karim menambahkan tingginya pertumbuhan penduduk di Provinsi Banten, yang mencapai 8,7 juta penduduk juga dapat menjadi pemicu terjadinya tindak kejahatan.

BACA JUGA : Jurnalis Banten Demo Tolak RUU Penyiaran

“Dampak buruk dari bonus demografi bisa menyebabkan bertambahnya angka pengangguran, dan penurunan tingkat produktivitas masyarakat. Hal ini bisa terjadi jika tidak tersedianya lapangan kerja dan kebijakan pemerintah yang tidak tepat,” tambahnya.

Baca artikel Bantenraya.co.id lainnya di Google News
 
1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button