BANTENRAYA.CO.ID – Ada banyak kisah sukses atau kisah inspiratif yang bisa diceritakan, sebagai motivasi bagi sebagian orang untuk berani mengambil langkah mengubah impian menjadi kenyataan.
Kali ini, kisah inspiratif dari wanita asal Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Cici Armeliani yang sukses meraup omzet miliaran rupiah per bulan dari bisnis interior yang ia gagas sejak tahun 2016.
Cici menceritakan, sejak kecil dirinya memang sudah punya hobi berjualan, setiap hendak berangkat ke sekolah Cici selalu menyiapkan dagangannya yaitu emping selepas ibadah salat subuh untuk dijual ke teman-teman sekolahnya.
Sadar akan kondisi ekonomi keluarga yang sederhana, setelah pulang sekolah, Cici lebih memilih untuk bekerja sampingan, dengan mengupas kulit melinjo yang kemudian dijual kepada pengepul.
“Kalau anak-anak lain pada main, saya lebih memilih jualan atau usaha gitu, karena saya suka aja. Dapat uang jajan buat sehari-hari juga hasil dari usaha saya sendiri sejak kecil,” kata Cici di Jalan Bhayangkara Nomor 18 A, Sumur Pecung, Kota Serang, Rabu, 11 Oktober 2023.
BACA JUGA:34 Siswa SD Negeri Kependilan Kota Cilegon Keracunan, Diduga Dari Kue Pemberian Orang Tak Dikenal
Cici merupakan lulusan sarjana jurusan ekonomi dan bisnis di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta Serang.
Selepas lulus kuliah, Cici terus menjajal berbagai jenis usaha, mulai dari berjualan baju, tas, bisnis foto kopi, hingga akhirnya merambah ke bisnis wallpaper.
“Saya sudah coba banyak banget bisnis itu, dan terkahir memang saya coba untuk bisnis wallpaper,” ujar ibu tiga orang anak tersebut.
Ketekunan dalam menjajal berbagai berbisnis tersebut membuahkan hasil, orderan pertamanya di bisnis wallpaper diambil oleh rekan kerja Cici saat menjadi honorer di pemerintahan.
Sejak saat itu, lewat strategi pemasaran dari mulut ke mulut, bisnis wallpaper milik Cici banyak diminati oleh rekan dan kerabat.
BACA JUGA:Belasan Siswa SD Negeri 2 Tambakbaya Kabupaten Lebak Keracunan, Diduga dari Nasi Uduk
Hingga akhirnya Cici memutuskan untuk membuka bisnis interior di rumahnya.
“Kok semakin kesini semakin banyak pesenan, akhirnya saya buka usaha di rumah saya,” terangnya.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2019 ia memutuskan untuk membuka galeri interior bernama Cindy Interior, dan merekrut karyawan dari kerabat dan tetangga dekat Cici.
Tanpa disangka, pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020 menjadi puncak bisnis interior milik Cici melejit.
Menurutnya, karena dampak work from home (WFH), banyak masyarakat yang mulai memperbaiki interior rumah, mulai dari ruang tamu, halaman depan, hingga dapur.
BACA JUGA:Bahaya dan Dampak Bom Fosfor yang Dipakai Zinonis Israel, Amunisi yang Dilarang Hukum Internasional
“Karena banyak yang WFH jadi pengen kenyamanan di rumah, makanya banyak yang pengen rumahnya itu dibenahi design interiornya,” timpalnya.
Dalam satu bulan, Cici menerima rata-rata 15 proyek pengerjaan interior dengan harga Rp100 juta per proyek. Artinya Ia mampu mengantongi omzet rata-rata penjualan sebanyak Rp1,5 miliar dalam kurun waktu satu bulan.
Tidak hanya itu, Cici juga terus memanfaatkan berbagai media sosial platform digital guna memperluas area penjualan.
Pemesannya bahkan dari luar Provinsi Banten di antaranya dari Jakarta, Depok, Bogor, hingga Subang.
Perjalanan bisnisnya tak selalu mulus, kerap Cici juga harus merasakan pil pahit karena ditipu oleh konsumen hingga ditikung oleh karyawan sendiri.
“Pernah dibawa kabur oleh konsumen yang nominalnya lumayan, pernah juga oleh karyawan sendiri kemudan bersaing dengan tidak sehat,” lanjut Cici.
Kendati demikian, Cici terus mempertahankan prinsip sabar dan terus beruaha dengan giat, sebab untuk membangun sebuah bisnis perlu kesabaran yang tinggi dan keberanian untuk menghadapi segala resikonya.
Kisah Cici ini menjadi kisah inspiratif.
“Modal utama itu harus sabar, karena ga mungkin baru mulai langsung berhasil, dan harus berani rugi serta berspekulasi. Kalau gak begitu malah itu justeru gak akan berani untuk usaha,” katanya. (mg-Raden)***