Pabrik Sepatu Kabur dan PHK 1.100 Karyawan, Hasbi Tuding Ada Gangguan Oknum

Pabrik Sepatu Kabur dan PHK 1.100 Karyawan Hasbi Tuding Ada Gangguan Oknum
WAWANCARA: Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya saat dimintai tanggapan terkait kepergian PT PWI 6 Rangkasbitung, Senin (26 Oktober 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya merespon hengkangnya PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 Rangkasbitung yang mengakibatkan 1.100 orang kehilangan pekerjaan.

Hasbi menduga, kepergian pabrik manufaktur alas kaki itu akibat adanya gangguan dari sejumlah oknum yang membuat perusahaan tak betah beroperasi di Kabupaten Lebak.

“Mungkin saja dalam menjalankan bisnis, ada gangguan dari oknum tertentu hingga akhirnya mereka (PT PWI 6) pindah,” kata Hasbi saat diwawancara, Senin (26 Oktober 2026).

Hasbi menyebut, keberadaan oknum itu yang kemudian membuat iklim investasi di Kabupaten Lebak menjadi tidak kondusif bagi para pengusaha.

BACA JUGA : Gunung Karang, Destinasi Wisata Alam Memukau

Dugaan itu dia lontarkan setelah banyaknya statement yang menyebutkan bahwa perusahaan itu memilih untuk tidak memperpanjang kontrak sewa gedungnya.

“Kalau di media disebutkan karena tidak diperpanjang kontrak gedungnya. Tapi faktor X ini (gangguan) harus diperhatikan juga,” imbuhnya.

Menurut Hasbi, penegakan aturan menjadi hal penting dalam membangun iklim investasi di Kabupaten Lebak. Ke depan, Hasbi akan memperkuat koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH).

Terkait kaburnya PT PWI 6 dari Lebak, Hasbi mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran hal itu sudah menjadi keputusan manajemen.

BACA JUGA : Cegah Judol, Wakapolres Periksa Hp Anggota

“Tentu harus ditegakkan aturan. Kita akan sama-sama dengan Polres Lebak maupun Kejaksaan untuk tegakkan hukum,” terang dia.

Untuk saat ini, Hasbi memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan mengawal hak-hak mantan pekerja PT PWI 6 benar-benar disalurkan sesuai ketentuan.

Untuk memastikan hal itu, Hasbi sudah meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak untuk turun langsung mengawal para pekerja.

“Saya pastikan pemda mengawal hak-hak tenaga kerja dipenuhi oleh perusahaan,” katanya.

BACA JUGA : Robinsar Pastikan Pembangunan Infrastruktur Ramah Disabilitas

Diketahui sebelumnya, PT PWI 6 Rangkasbitung telah menutup secara permanen gudang produksinya yang sebelumnya berada di Kampung Cilangkap RT 002/RW 001, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Penutupan itu dilakukan pada Jumat (23 Oktober 2026) kemarin. Total adanya lebih dari 1.100 karyawan yang harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kendati demikian, manajemen telah secara bertahap merumahkan karyawannya sejak akhir 2025.

Catatan dari Disnaker Lebak, perusahaan telah merumahkan sekitar 900 karyawannya hingga September 2026. Sementara sisanya, di-PHK bertepatan dengan penghentian permanen operasional perusahaan.

Seperti diketahui, PT PWI 6 Rangkasbitung resmi hengkang dari Kabupaten Lebak. Perusahaan tersebut telah merumahkan atau melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih dari 1.100 karyawannya secara bertahap.

BACA JUGA : Ubrug Cilegon Ikut Event Internasional di Pakistan

Perusahaan manufaktur alas kaki itu saat ini juga telah melakukan PHK gelombang terakhir terhadap sisa karyawannya. “Iya Pak, betul (resmi tutup). Siang tadi,” kata salah seorang mantan karyawan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak Rully Charurliyanto membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, PT PWI 6 dikabarkan memindahkan lokasi pabriknya ke daerah lain.

“Beberapa waktu lalu, manajemen sudah mengkonfirmasi akan pindah pada Oktober 2026,” kata Rully.

Rully menyebut, perusahaan itu melakukan PHK terhadap 1.100 karyawannya selama bertahap sejak akhir tahun 2025.

BACA JUGA : Budi Rustandi Puji Semangat Gotong Royong Warga Gelam Bangun Gapura

  Hingga September 2026, perusahaan dilaporkan telah merumahkan sekitar 800 hingga 900 karyawan. Rully menjamin perusahaan telah menyalurkan hak karyawannya.

“Jadi kemungkinan siang tadi gelombang terakhir. Rata-rata seluruh karyawan memang warga Lebak,” terang dia. (aldi)

Pos terkait