BANTENRAYA.CO.ID – Prof. Dr. H.M.A. Tihami, M.A., akademisi kharismatik dan tokoh penting dalam perjalanan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, wafat pada Jumat, 5 September 2025, pukul 10.59 WIB di RSU dr. Dradjat Prawiranegara, Kota Serang, setelah menjalani perawatan intensif.
Ade Jaya Suryani, salah satu pengajar di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, membenarkan kabar tersebut.
“Betul. Beliau wafat,” kata Ade.
Rencana, jenazah akan dimakamkan sesaat setelah Salat Ashar di tanah kelahiran Tihami di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Sementara itu, rumah duka berada di Kompleks Depag, Ciwaru, Kota Serang.
“Jenazah sedang dibawa ke Singarajan,” lanjut Ade pada pukul 15.00 WIB.
Lahir pada 15 Agustus 1951 dari pasangan KH. M. Sulaiman dan Hj. Zainab, Prof. Tihami adalah sosok yang akrab di hati civitas akademika UIN Banten. Ia meninggalkan istri, Fauziah Syarbini Anasi, dan empat anak: Helmy, Ivo, Via, dan Ovi.
Jejak keilmuan Prof. Tihami sangat luas: ia meraih gelar BA dan Drs di Fakultas Syariah, menyelesaikan S2 Antropologi di Universitas Indonesia (1992), serta gelar doktoril di bidang Ilmu Agama Islam dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1998).
Selain itu, ia produktif menghasilkan karya ilmiah tentang keislaman dan budaya Banten, termasuk tema seperti “Kyai dan Jawara di Banten” serta “Pemikiran Fiqh al‑Syaikh Muhammad Nawawi al‑Bantani”, yang menjadi rujukan penting bagi kajian lokal.
Tihami juga pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Periode 2004-2010. ***
Author: Tohir Banten Raya





