190 Lansia Dilatih Kendarai Becak Listrik

190 Lansia Dilatih Kendarai Becak Listrik
IKUTI PELATIHAN: Calon Penerima bantuan mengikuti pelatihan dan praktik mengendarai becak listrik bantuan presiden di halaman Pendop Bupati Serang, Selasa (27 Oktober 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 190 pengayuh becak lanjut usia (lansia) dari Kabupaten Serang mengikuti pembekalan cara mengoperasikan becak listrik dari bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.

Pembekalan tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) bersama PT Pindad supaya calon penerima bantuan bisa mengoperasikannya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mengatakan, pelatihan dan pembekalan ini dilakukan dengan cara memberikan teori dan praktik pengoperasiannya.

“Kegiatan hari ini adalah penyampaian materi yang berdasarkan teori dan juga praktik bagaimana cara mengoperasikan becak listrik,” ujarnya di halaman Pendopo Bupati Serang, Selasa (27 Oktober 2026).

BACA JUGA : Walikota Cilegon Pastikan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Dibayarkan

Ia menjelaskan, becak listrik tersebut merupakan bantuan dengan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui YGSN. “Bantuan becak ini bersumber dari dana pribadinya beliau,” katanya.

Muhibbin menuturkan, bantuan ini lahir dari keprihatinan Presiden melihat para pengayuh becak yang masih aktif bekerja di usia senja dengan becak kayuh.

“Bantuan becak ini berangkat dari suasana kebatinan beliau terhadap masyarakat pebecak aktif yang di usia senjanya. Sedangkan usianya sudah senja dan tenaganya juga tidak seperti orang muda,” jelasnya.

Becak listrik ini diharapkan dapat memudahkan para lansia untuk tetap mencari nafkah. Adapun syarat mutlak penerima adalah pebecak aktif dengan usia minimal 55 tahun ke atas.

BACA JUGA : Citra Banten Sediakan Oleh-oleh Paling Lengkap di Kota Serang

“Syarat mutlak untuk pebecak aktif ini adalah pertama usia minimal 55 tahun dan kedua juga pebecak aktif,” paparnya.

Muhibbin menambahkan, keikutsertaan dalam pelatihan ini bersifat wajib. Calon penerima yang sudah lolos verifikasi namun tidak mengikuti pembekalan akan dinyatakan gugur.

“Jadi harus betul-betul bisa dipastikan bahwa calon penerima ini paham melalui penyampaian materi dan juga melalui proses praktik yang dilakukan oleh tim dari YGSN dan juga PT Pindad,” tuturnya.

Sementara untuk jadwal pembagian unit becak listrik, akan dilakukan setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai dan akan dikoordinasikan dengan Pemkab Serang.

BACA JUGA : Bantuan Dari Presiden, Kabupaten Serang Diguyur 190 Becak Listrik

“Rencana dibagikannya setelah kegiatan penyampaian dan pelatihan mengoperasikan becak listrik, nanti dari pihak YGSN akan berkoordinasi dengan Pemkab Serang,” ujarnya.

Warga Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang Sumantri mengaku senang dengan adanya bantuan becak listrik tersebut.

Pasalnya, selama ini para penarik becak yang masih menggunakan becak manual sudah menua dan tenaganya sudah lemah.

“Dengan adanya becak listrik ini kita terbantu. Tenaga kita sudah lemah, dengan adanya becak listrik ini semangat timbul lagi,” ujarnya.

BACA JUGA : Gunung Karang, Destinasi Wisata Alam Memukau

Sumantri mengaku sudah sekitar 5 tahun vakum menjadi tukang becak karena becaknya sudah tidak ada. Ia biasa mangkal di wilayah Pamarayan, tepatnya di sekitar pasar. “Selama ini saya di wilayah Pamarayan, standby di stasiun dan Pasar.

Kalau untuk beli lagi becak sendiri kan susah, sekarang becak sudah pada tidak ada. Dengan adanya bantuan ini kita sangat menerima sekali,” katanya.

Sumantri mengaku sudah mengikuti materi dan praktik cara penggunaan becak listrik yang diberikan tim YGSN dan PT Pindad. “Diajarin alat-alat di dalamnya, cara-cara pengoperasiannya.

Awal-awal memang agak kaku karena becak listrik ini agak berat, tapi alhamdulillah sudah lumayan bisa karena kita bisa menyesuaikan,” jelasnya.

BACA JUGA : Budi Rustandi Puji Semangat Gotong Royong Warga Gelam Bangun Gapura

Meski mengaku tergolong paling muda di antara peserta lain yang rata-rata sudah lanjut usia, ia tetap harus beradaptasi.

Terkait pengambilan unit becak, Sumantri menyebut masih menunggu informasi. Saat ini para calon penerima diminta membuat surat pernyataan agar becak tidak dijual atau digadaikan.

“Untuk pengambilan saya juga kurang tahu kapan, karena ini kita disuruh bikin surat pernyataan dulu. Jadi becak ini kalau sudah kita terima tidak boleh digadaikan, tidak boleh dijual, harus tetap di tangan kita,” paparnya.

Terkait pengecasan becak listrik, Sumantri mengaku tidak khawatir karena daya listrik yang dibutuhkan rendah.

BACA JUGA : Pabrik Sepatu Kabur dan PHK 1.100 Karyawan, Hasbi Tuding Ada Gangguan Oknum

“Listrik ini dayanya termasuk rendah, untuk kapasitas listrik 450 watt itu kuat. Jadi tidak akan ada kendala masalah listrik di rumah,” tuturnya.

Ia menceritakan, penghasilan dari ngebecak kini tidak seramai dulu karena masyarakat sudah banyak yang memiliki kendaraan pribadi.

“Sekarang kebanyakan sudah pada punya kendaraan sendiri, paling yang kepepet tidak punya kendaraan saja yang naik becak,” ungkapnya. (andika)

 

Pos terkait