Bantenraya.co.id – Asisten Daerah (Asda) 3 Kota Serang Kusna Ramdani tengah berupaya berhenti merokok.
Merokok suatu aktivitas yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh dan menambah banyak pengeluaran.
“Iya masih merokok cuman sekarang kan nggak terlalu pecandu banget. Saya hanya sebungkus itu bisa sehari semalam. Kalau pagi beli sebungkus ya paling besok pagi lagi habisnya,” ujar Kusna, ditemui di ruang kerjanya, Setda lantai 2, Puspemkot Serang, Kamis 10 Juli 2025.
Kusna mengakui untuk berhenti merokok secara instan pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh komitmen kuat dan proses yang tidak sebentar untuk menghilangkan kecanduan merokok.
“Ada sih sebenarnya niat berhenti. Sebelum berhenti total paling tidak mengurangi aja dulu. Misalnya dari sehari semalam sebungkus atuh bisa dua hari dua malam sebungkus. Nanti bisa tiga tiga hari, nanti bisa seminggu. Kalau sudah seminggu ya berarti udah basi rokoknya. Udah nggak enak. Dari rasa yang nggak enak itu mudah-mudahan bisa berhenti,” ucap mantan Kepala Satpol PP Kota Serang ini.
Secara perlahan-lahan Kusna Ramdani terus berupaya untuk mengakhiri kebiasaannya menghisap rokok. Dimulai dari mengurangi jumlah rokok yang dihisap, dan mengganti rokok dengan mengemut permen. Sampai menahan diri untuk tidak merokok saat menerima tawaran dari teman-temannya. Namun ia mengakui masih sulit menghentikan kebiasaannya tersebut.
“Pertama makan permen. Tapi tetap aja ngerokok. Apa lagi kalau lagi ngumpul ngerokok semua berat banget itu. Jadi ya itu tuh tantangan terberat itu aja. Kalau lagi kumpul sama temen-temen. Nongkrong. Udah ngopi, udah buka rokok ya udah itu mah kita udah susah untuk menghindar,” tutur eks Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Serang ini.
Usaha Kusna untuk berhenti merokok pernah membuahkan hasil, kendati tidak bertahan lama. Kala itu Kusna tengah beribadah haji di tanah suci Mekkah.
“Pernah nyoba waktu naik haji dua bulan. Satu bulan kurang saya coba nggak ngerokok, tapi nggak berhasil saya tetap merokok lagi,” katanya.
Keluarga tercintanya pun mensuport niat dan upaya Kusna berhenti merokok, terlebih istri hingga anak-anaknya merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes).
“Di rumah juga karena istri nakes, anak yang pertama nakes, anak kedua lagi koas. Itu juga anak yang ketiga mah belum masih SD. Orang-orang kesehatan juga. Ya sering sih ngasih saran. Melarang. Itu wajarlah,” ucap Kusna.
Meski berhenti merokok sangat sulit, Kusna terus berupaya untuk mengakhiri kebiasaannya menghisap rokok.
“Ya mudah-mudahan nanti bisalah kuat kan tergantung niat kalau sudah niat in syaa Allah bisa,” kata Kusna. (harir)





