CILEGON, BANTEN RAYA – Walikota Cilegon Helldy Agustian secara simbolis meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kota Cilegon, Kamis (17/11). Dengan aplikasi tersebut, berbagai dokumen dan surat menyurat akan menggunakan tanda tangan elektronik, termasuk tanda tangan Walikota Cilegon Helldy Agustian.
Kepala DPAD Kota Cilegon Ismatullah menyampaikan, adanya aplikasi tersebut merupakan bentuk dari inovasi pembangunan melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) atau e-Government, dimana proses administrasi tidak terbatas jarak dan waktu.
Artinya, kata dia, dimanapun dan kapanpun proses administrasi dapat dilakukan.
“Kami bersama Diskominfo mewujudkan tanda tangan elektronik, ini yang terbaik untuk pemerintahan dibawah kepemimpinan Walikota Cilegon Helldy Agustian. Bukan hanya bentuk inovasi, tapi niat (rencana) e-government dan good government dilakukan dan direalisasikan, bukan hanya niat,” katanya.
Nantinya, kata Ismat, Walikota Cilegon Helldy Agustian cukup hanya menekan enter satu kali saja untuk surat yang disampaikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan kelurahan.
“Jadi cukup sekali, nanti akan tersampaikan surat kepada seluruh OPD, sehingga tidak lagu ada surat menyurat manual yang ditandatangani satu-satu oleh Pak Wali,” ucapnya.
Disisi lain, papar Ismat, dengan adanya aplikasi tersebut seluruh dokumen dan arsip bisa terpantau langsung walikota.
“Mohon maaf, ini bukan bermaksud untuk memata-matai dokumen apa dan arsip yang dilakukan para kawan-kawan OPD. Namun, ini nantinya bentuk kontrol langsung dari pimpinan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan informasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Hilman Lesmana mengungkapkan, surat menyurat atau pengarsipan secara manual yang selama ini sudah menjadi zona nyaman OPD dan instansi lainnya akan hilang. Dengan arisp elektronik, Walikota Cilegon Helldy Agustian dan DPRD Kota Cilegon bisa melihat apa yang diarsipkan.
“Semuanya bisa melihat kondisi kearsipan kita. Kearsipan selama ini dimaknai masa lalu, ya, paradigmanya masa lalu, dipikirkan dan tercatat. Tapi masa kini dan akan datang akan tergambar dari arsip,” ujarnya.
Dikatakan Hilman, karena arsip adalah bukti kinerja, sehingga kepemimpinan Walikota Cilegon Helldy Agustian akan tergambar dan dilihat melalui arsip.
“Kepemimpinan Walikota Cilegon Helldy Agustian ini kinerjanya harus didukung oleh pimpinan OPD, berhasil tidaknya tergambar dari arsipnya, dan arsipnya itu seharusnya tersimpan di kearsipan. Sepak terjang akan bisa dilihat semua orang di dinas kearsipan,” tegasnya.
Walikota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan, perubahan teknologi digital menjadi keniscayaan yang harus diikuti. Sebab, jika tidak diikuti maka akan tertinggal. Dengan adanya aplikasi Srikandi tersebut merupakan bentuk terobosan untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan arsip atau dokumen penting.
“Jadi semuanya harus ikut dalam perubahan. Jika tidak maka semuanya akan tertinggal, termasuk digitalisasi dalam hal kearsipan,” paparnya.
Salah satu contoh, papar Helldy, semua dokumen itu sudah harus tersimpan dalam bentuk digital, sehingga ketika ada persoalan maka bisa dibuka untuk menjadi bukti.
“Jika ada sengketa lahan, maka arsipnya tinggal dicari di flashdisk atau penyimpanan digital lainnya. Jika tidak, maka lurah dan camat akan bertanggungjawab dunia dan akhirat,” pungkasnya. (uri)