Bertahun-tahun Krisis Air Bersih, DPUPR Kabupaten Serang Bangungkan SPAM di Cinangka

air bersih
DPUPR Kabupaten Serang perhatikan air bersih. (Andika/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Serang membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Mekarsari Kecamatan Cinangka.

Pembangunan SPAM tersebut dilakukan karena sebelumnya di Desa tersebut mengalami krisi air bersih bahkan warganya harus berjalan sejauh tiga kilometer demi mendapatkan air bersih.

Kepala Bidang Sanitasi dan Air Minum Mochamad Ronny Natadipraja mengatakan, DPUPR sangat konsen dalam peningkatan akses air minum di Kabupaten Serang.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun 2025, DPUPR melakukan Pembangunan dan peningkatan SPAM di 25 lokasi di Kabupaten Serang. Salah satu desa yang menerima bantuan adalah Desa Mekarsari Kecamatan Cinangka,” ujarnya, Kamis 4 September 2025.

Ia menjelaskan, di Desa Mekarsari DPUPR melakukan pembangunan intake, reservoir, perpipaan, aksesoris serta pemasangan sambungan rumah.

“Masyarakat desa mekarsari menyambut antusias kegiatan ini, ada 60 kepala keluarga atau 182 jiwa memperoleh air langsung di rumahnya masing-masing,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dengan tim Adpem Setda Pemkab Serang di Desa Mekarsari dan Desa Kamasan Kecamatan Cinangka.

“Progress kedua desa tersebut tercatat sudah melebihi 60 persen. Diharapkan pada awal Oktober kegiatan bisa selesai dan dapat melakukan uji fungsi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sistem pelaksanaan kegiatan SPAM pada tahun ini menggunakan sistem swakelola type empat atau pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan oleh Pokmas (kelompok masyarakat).

“Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih merasa memiliki dan lebih bertanggung jawab terhadap hasil pembangunanannya. Sehingga sarana pembangunannya bisa lebih panjang pemanfaatannya,” paparnya.

Sebelumnya, warga sangat kesulitan mendapatkan aksesoris air bersih untuk kehidupan sehari-hari karena harus melewati perjalanan yang sangat panjang.

“Untuk mendapatkan air yang layak untuk, warga harus berjalan ke sungai yang jaraknya hampir tiga kilo meter dan naik turun bukit,” tuturnya. ***

Author: Andika Reza Pragusti

Pos terkait