BANTENRAYA.CO.ID – Program Corporate Social Responsibility atau CSR dari PT Asahimas Chemical atau ASC yang berfokus pada empat pilar utama yakni pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan infrastruktur sangat dirasakan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional Cilegon, terutama warga Kelurahan Gunung Sugih.
Hal tersebut dikatakan Admin Konsorsium 3 Lembaga yakni Mad Said usai menghadiri rapat bersama dengan Badan Koordinasi Pengusaha Gunung Sugih atau BKPGS, PGSB, Koperasi dan KPA dan manajemen PT Asahimas Chemical di ruang rapat PT Asahimas Chemical pada Selasa, 14 Juli 2026.
“Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh PT Asahimas Chemical sangat positif dan kegiatan yang dilakukanya sangat inovatif dalam memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Mad Said.
Selain program TJSL yang selalu dilakukan, lanjut Mad Said, PT Asahimas Chemical juga sangat responsif terhadap pengusaha lokal yang ada di Gunung Sugih terutama pengusaha yang tergabung dalam Koperasi, BKPGS. KPA, PGSB dan Kepuh.
Selain itu, lanjutnya, PT Asahimas Chemical juga sangat inovatif dengan program rekrutmen bimbingan belajar bekerja sama dengan Politeknik PGRI Banten dan hasil program tersebut distribusikan ke Industri yang ada di Gunung Sugih dan Kota Cilegon.
“Intinya Koordinasi yang dilakukan oleh PT Asahi terhadap warga sudah sangat baik dan dampaknya juga sangat dirasakan baik oleh pengusaha lokal maupun penyerapan tenaga kerja lokal dan masyarakat sekitar,” kata Mad Said.
Disinggung soal perawatan rutin pabrik atau Annual ShutDown Maintenance yang sering dilakukan, Mad Said menjelaskan, dalam perawatan rutin ketika Shutdown PT Asahimas dari dulu hingga kini selalu melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja lokal warga sekitar yang diambil di setiap RT yang ada di Kelurahan Gunung Sugih.
“Jadi sekali lagi keberadaan PT Asahimas sangat membantu dan memberikan manfaat bagi warga sekitar dari Program TJSL, kegiatan dan peluang usaha bagi pengusaha lokal, pembinaan para pelaku UMKM, rekrutmen tenaga kerja dan semuanya dilakukan demi kemaslahatan warga dan masyarakat di wilayah operasional (Gunung Sugih, Kepuh dan Anyer,)” pungkasnya.***





