Ini Cara KKM 38 Uniba Atasi Permasalahan UMKM di Desa Kemaruton

KKM 38 Uniba menyikapi UMKM
KKM 38 Uniba jadikan Keripik sukun pemecah kebuntuan tidak adanya UMKM di Desa Kemaruton (Andika Reza Pragusti /Bantenraya.co.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Mahasiswa KKM Kelompok 38 Uniba ciptakan solusi untuk mengatasi permasalahan ketidakhadiran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi. Kamis, (24/8/2023).

Permasalahan ketidakhadiran UMKM ini telah menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah setempat. Sehingga membuat Mahasiswa KKM tertarik untuk mengatasi permasalahan ini.

Sesuai dengan Proker dalam bidang UMKM mahasiswa KKM 38 tertarik untuk menciptakan “Keripik Sukun” dengan beragam varian rasa yang menggunakan pohon sukun sebagai sumber daya alam utama.

Bacaan Lainnya

Raihan Najmi selaku Sekretaris Kelompok 38 mengatakan bahwa ide pembuatan cemilan ini tercetus saat berkeliling dan melihat banyak pohon sukun di desa. Sayangnya, buah‑buah sukun hanya berjatuhan dan membusuk begitu saja. Lalu munculah ide agar memanfaatkan buah sukun itu menjadi camilan yang sehat.

BACA JUGA :KKM 38 Uniba Berhasil Membangun dan Meresmikan Tempat Sampah di Desa Kemaruton

“Proker ini dimulai dengan merancang teknik pengolahan sukun menjadi keripik yang lezat dan tahan lama. Lalu, mahasiswa KKM menjalankan serangkaian uji coba untuk menciptakan berbagai varian rasa keripik sukun, mulai dari pedas hingga manis“ jelasnya.

“Kami merasa terhormat dapat membantu Desa Kamaruton dalam mengatasi permasalahan UMKM. Inovasi produk keripik sukun ini adalah langkah awal kami untuk membantu meningkatkan perekonomian dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.” Ungkap Raihan.

Tidak hanya itu, mereka melibatkan warga desa dalam proses produksi dan pengemasan produk ini. Hal ini membantu menciptakan peluang kerja baru di Desa Kamaruton dan merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.

Warga setempat pun memberikan dukungan positif terhadap kegiatan tersebut, yang awalnya tidak memiliki pekerjaan, kini dapat ikut berkontribusi dalam produksi dan penjualan keripik sukun.

BACA JUGA :Siswa SMA Terpadu Al-Qudwah Dalami Karakter Pelajar Pancasila di Camping Ground Gunung Bunder Bogor

“Saya sangat senang melihat anak-anak muda seperti mereka datang ke desa kami dengan sangat kreatif. Keripik sukun yang dibuat mereka enak, dan saya harap produk ini dapat sukses di pasar.” Ungkap Pak Samlawi, salah satu seorang warga.

Keripik sukun ini nantinya akan dipasarkan tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar-pasar yang lebih luas, sehingga produk ini dapat menjadi salah satu andalan UMKM Desa Kamaruton. Proyek ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif.***

Pos terkait