Pemkot Serang Siapkan Rp7 Miliar untuk Honorarium

Pemkot Serang Siapkan Rp7 Miliar untuk Honorarium
PENDATAAN : Pengurus RT di Komplek Karisma, Gelam Asri, Cipocokjaya, Kota Serang tengah melakukan pendataan warga, kemarin.

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp7 miliar untuk pembayaran honorarium pengurus RT, RW, kader posyandu, guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah, pada triwulan ketiga.

Pemberian honorarium tersebut sebagai bentuk apresiasi dan stimulus untuk meningkatkan pelayanan publik di tingkat akar rumput.

Diharapkan dengan pemberian honorarium ini RT, RW, dan kader posyandu dapat mengoptimalkan pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Bagi guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah, honor tersebut diharapkan dapat menjaga kerukunan dan nilai keagamaan serta sosial.

BACA JUGA : Dorong Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM, Etalase Penghargaan Bank BJB Kembali Bertambah

Sekretaris BPKAD Kota Serang Yusup Suprapto mengatakan, pembayaran honorarium bagi RT, RW, kader posyandu, guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah, pada triwulan paling lambat pertengahan bulan depan.

“Pembayaran akan dilakukan secara serentak ke rekening masing-masing. Penerima paling lambat tanggal 15 Oktober 2026, setelah seluruh kelengkapan administrasi pencairan selesai diproses,” ujar Yusup kepada Banten Raya, Senin (28 September 2026).

Ia menjelaskan, honorarium RT, RW, dan kader posyandu akan dibayar dari bulan Juli-Agustus-September. Sementara untuk honorarium guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah, baru hanya akan dibayar satu bulan yakni September.

“Dapat honornya per bulan. Pembayarannya rutin per tiga bulan. Tapi khusus guru ngaji yang akan dibayar baru satu bulan yang September karena ada verifikasi data ulang,” jelas dia.

BACA JUGA : Bank BJB Teken Kerja Sama dengan Kejati Banten

Kabar gembira pencairan honorarium  RT, RW, kader posyandu, guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah ini juga dibenarkan Lurah Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Nana Heryatna.

Ia mengatakan, pihaknya telah menerima kabar bahwa insentif RT, RW, guru ngaji, marbot masjid hingga pemandi jenazah akan segera cair pada pertengahan Oktober 2026.

“Iya infonya mau cair Oktober. Tanggalnya sih belum tau pasti. Besok saya cek dulu. Tapi di SIPD sudah ada,”  ujar Nana.

Ia mengaku pihaknya telah mendata jumlah RT, RW, kader posyandu, guru ngaji, marbot masjid dan pemandi jenazah di wilayahnya yang akan mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

BACA JUGA : Kolaborasi Bank BJB dan UPI, Perkuat Sektor Pendidikan

“RT ada 152, RW ada 30, guru ngaji ada 320 orang, marbot ada 30 orang, kader posyandu, dan pemandi jenazah ada 80 orang,” ucap dia.

Nana merinci besaran insentif yang akan diterima RT dan RW Rp 300.000 per bulan, kader posyandu Rp 150.000 per bulan, guru ngaji Rp 250.000 per bulan, marbot masjid dan pemandi jenazah Rp 250 per bulan.

Insentif RT dan RW yang akan dibayar itu untuk tiga bulan yakni Juli-Agustus-September.

Sementara insentif guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah yang akan dibayar baru hanya satu sebulan yakni September, karena ada verifikasi data ulang.

BACA JUGA : Bank BJB Teken Kerja Sama dengan Kejati Banten

“Ditransfernya melalui rekening masing-masing. Nanti diinformasikan ke masing-masing ke grup RT, RW dari kelurahan,” jelasnya.

Nana berharap dengan adanya pemberian insentif dari Pemkot Serang ini, kinerja para RT RW, guru ngaji, marbot masjid dan pemandi jenazah lebih ditingkatkan lagi.

“Harapan ke depannya dengan adanya stimulan ini, para RT, RW, guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah lebih aktif lagi,” harapnya.

Ia juga mengharapkan ke depan guru ngaji, marbot masjid dan pemandi jenazah mendapatkan kesejahteraan dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan dan menjadi peserta BPJS kesehatan di tahun mendatang.

BACA JUGA : Hotel Hikmah, Hunian Nyaman Favorit Para Pelancong

“Tahun depan rencananya RT, RW dapat BPJS ketenagakerjaan, sekadar harapan aja ini mah mudah-mudahan bukan RT RW aja.

Lalu bantuan BPJS PBI buat supaya guru ngaji, marbot masjid, dan pemandi jenazah, supaya terjamin kesehatannya dan tidak khawatir karena ada bantuan dari pemerintah daerah,” tandas Nana. (harir)

Pos terkait