Perusahaan Belum Butuh Karyawan Baru Lebak Job Fair 2026 Ditiadakan

NGANGGUR: Ribuan peserta Job Fair 2025 antre di area both loker yang disiapkan Disnaker Lebak, tahun lalu.
NGANGGUR: Ribuan peserta Job Fair 2025 antre di area both loker yang disiapkan Disnaker Lebak, tahun lalu.

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan kegiatan job fair atau bursa kerja di Kabupaten Lebak tahun 2026 ditiadakan.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak menyebut alasan ditiadakannya job fair tahun 2026 ini lantaran seluruh perusahaan di Lebak belum bersedia membuka lowongan kerja baru.

Kondisi itu tentunya menjadi tantangan bagi Pemkab Lebak untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di Kabupaten Lebak.

“Iya job fair tahun ini ditiadakan. Jumlah perusahyang ada di Lebak belum bersedia membuka lowongan kerja baru,” kata Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Charurliyanto saat diwawancara pada Senin (19 Oktober 2026).

BACA JUGA : Skor PISA Naik, Kualitas Pembelajaran Belum Memuaskan

Di sisi lain, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak mencatat ada sebanyak 51.478 warga Lebak yang mengganggur pada tahun 2025.

Angka itu sendiri meningkat sebesar 5,05 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 49.003 orang.

Lulusan SMA menjadi penyumbang pengangguran terbanyak dengan jumlah 26.188 orang. Kemudian disusul dengan lulusan SMP sebanyak 14.453 orang, lalu lulusan SD tercatat ada sebanyak 10.837 orang.

Job fair sendiri disebut Rully sebagai salah satu langkah dari Pemkab Lebak untuk mengurai tingginya angka pengangguran di Lebak.

BACA JUGA : Dosen dan Mahasiswa Unpam Dorong UMKM Optimalkan Biaya dan Tingkatkan Laba Usaha

Terakhir kali job fair di adakan ialah tahun 2025 yang diikuti oleh lebih dari 3 ribu pencari kerja.

Kemudian, langkah itu juga biasanya dibarengi dengan diadakannya pelatihan tenaga kerja pada sejumlah bidang seperti menjahit, komputer hingga otomotif. Tahun 2027 mendatang, dia memastikan job fair kembali diadakan.

“Di Lebak juga memang perusahaan itu cenderung sedikit, apalagi yang besar. Kalau total kita hitung ada sekitar 40. Tapi yang besar bisa terhitung jari, seperti pabrik semen serta Indomarco,” imbuhnya.

Kemudian, tingginya kebutuhan lowongan kerja juga dapat dilihat dari permohonan pembuatan kartu pencari kerja.

BACA JUGA : 40 Ribu Warga Banten Belum Masuk Desil, Dinsos Kewalahan Verifikasi Data

Rully menyebut sepanjang tahun 2025,sebanyak 7.715 orang terdaftar sebagai pencari kerja melalui penerbitan kartu tersebut. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 7.258 orang.

“Karena keterbatasan lowongan kerja, akhirnya banyak pencari kerja dari Lebak yang mendaftar ke daerah lain, seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi maupun kawasan Jabodetabek lainnya,” terang dia.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menilai perlu adanya upaya dari semua pihak untuk dapat menciptakan iklim investasi yang aman dan nyaman di Kabupaten Lebak.

Sebab, menurutnya masalah pengangguran itu erat kaitannya dengan ketersediaan lapangan pekerjaan.

BACA JUGA : Baznas Kabupaten Serang Gelontorkan Bantuan Rp841 Juta

Oleh sebab itu ia mendorong kepada semua pihak untuk bersama-sama menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif agar para investor merasa nyaman serta berminat untuk berinvestasi di Kabupaten Lebak.

“Bagaimana caranya kita sama-sama membuat nyaman para investor yang ada di Lebak gitu.

Karena selain dia berinvestasi berarti membawa pos anggaran juga pasti untuk Lebak, dan dampak lainnya juga membuka lapangan pekerjaan yang baru,” katanya.

Di samping itu Juwita juga mendorong kepada Pemkab Lebak untuk dapat berinovasi dalam mempromosikan sumber daya alam yang ada agar para investor berminat menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak. “Kreativitasnya perlu lebih bisa ditingkatkan gitu,” imbuhnya. (aldi)

Pos terkait