BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mematangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dengan kapasitas mencapai 4.000 ton per hari.
Program ini akan difokuskan pada dua wilayah aglomerasi, yakni Tangerang Raya dan Serang Raya.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov Banten dengan dua Pemda Kota Serang,
Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon tentang penyelenggaraan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada, Jumat (27 Maret 2026).
BACA JUGA : Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru: Kumpulan Link Gratis untuk Media Sosial
Hal ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional pengelolaan sampah berbasis energi, sekaligus menjawab persoalan volume sampah yang terus meningkat di kawasan perkotaan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mengatakan, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar daerah segera mempercepat penyelesaian persoalan sampah melalui pendekatan teknologi.
“Berdasarkan perjanjian dari Serang Raya dan Tangerang Raya, maka paling tidak ke depan kita akan mereduksi sampah menjadi energi listrik dengan jumlah total per harinya mencapai 4.000 ton. Ini jumlah sampah yang cukup sangat besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proyek ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
BACA JUGA : Migo Land Cafe, Tempat Santai Keluarga dengan Konsep Alam Terbuka
Meski demikian, Hanif menegaskan pembangunan fasilitas pengolahan tersebut membutuhkan waktu. Dari tahap awal hingga operasional penuh diperkirakan memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun.
“Sejak dimulainya peletakan batu pertama sampai operasionalnya biasanya memakan waktu 2,5 tahun sampai 3 tahun. Untuk itu masih ada waktu tiga tahun yang harus kita persiapkan dalam penanganan sampah,” katanya.
Dalam masa tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan sistem pemilahan sampah sebagai fondasi utama keberhasilan program.
Tanpa pemilahan yang baik, biaya pengolahan dinilai akan meningkat dan berpotensi membebani anggaran daerah.
BACA JUGA : Pemprov Jangan Kendor Tertibkan Tambang Bermasalah
“Sebaik apapun teknologi yang kita gunakan, fondasi dasar adalah sampah itu terpilah. Tanpa sampah terpilah, maka biayanya akan cukup besar,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah masih berada pada tahap penyusunan desain teknis dan verifikasi kesiapan proyek.
Setelah ditetapkan melalui keputusan menteri, proses selanjutnya akan masuk ke tahap pelelangan yang dilakukan secara nasional.
“Setelah keputusan menteri keluar, maka akan dilanjutkan dengan proses pelelangan. Ini memang membutuhkan waktu karena skalanya besar,” ujarnya.
BACA JUGA : Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru: Kumpulan Link Gratis untuk Media Sosial
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa dua lokasi telah disiapkan untuk mendukung proyek tersebut, yakni di Jatiwaringin untuk wilayah Tangerang Raya dan di Cilowong untuk Serang Raya.
“Alhamdulillah hari ini tahapan-tahapan untuk mengarah ke realisasinya program nasional pembangkit listrik tenaga sampah sudah berjalan.
Dua wilayah aglomerasi di Banten telah menyepakati komitmen bersama untuk realisasi program ini,” kata Andra.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan pembangkit listrik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola sampah secara menyeluruh di Banten.
BACA JUGA : Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Terpadu Merak Dipadati Pemudik dari Sumatera
“Kita di Provinsi Banten punya komitmen bersama untuk memulai penyelesaian permasalahan sampah, bukan hanya soal pembangkit listrik, tapi juga bagaimana penanganan dan pemilahan sampah dilakukan dengan baik,” katanya.
Saat ditanya mengenai solusi jangka pendek, Andra menuturkan jika Pemprov Banten akan mendorong sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat sebagai langkah awal sebelum fasilitas pengolahan beroperasi.
“Upaya yang kita lakukan sekarang adalah bagaimana proses pemilahan sampah terus kita lakukan sosialisasi, agar ketika fasilitas ini berjalan kita sudah siap,” katanya. (raffi)






