BANTENRAYA.CO.ID – PT ASDP memastikan pada Minggu (29 Maret 2026) nanti akan menjadi puncak arus balik terakhir pemudik dari Sumatera ke Jawa.
Berdasarkan data, masih ada sebanyak 626 ribu atau sekitar 70 persen pemudik yang belum kembali ke Jawa.
Diketahui berdasarkan data posko mudik lebaran 2026, ada sebanyak total 898.664 orang yang melakukan mudik mulai H-10 sampai H-1 Idul Fitri 2026.
Namun baru ada 272.229 orang atau hanya 30 persen yang telah pulang ke Jawa dari total pemudik tersebut. Artinya masih ada sekitar 70 persen atau sebanyak 626 ribu pemudik lagi yang akan tiba pada arus balik nanti.
BACA JUGA : Rela Macet-macetan 6 Jam
Untuk kendaraan sendiri ada sebanyak 239.760 unit yang menyeberang saat mudik, sementara pada arus balik yang kembali baru sebanyak 75.925 unit yang ke Jawa.
Berdasarkan data harian posko mudik, sampai sekarang ada 272.229 orang yang sudah kembali ke Jawa, untuk kendaraan mencapai 75.925 unit dengan rincian roda dua 34.561 unit, roda empat 36.195 unit, bus 1.189 dan truk 4.016.
Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan, puncak arus balik akan terjadi pada gelombang kedua yakni Sabtu 28 Maret dan Minggu 29 Maret. Dimana, sebelumnya gelombang awal arus balik terjadi pada Selasa 24 Maret.
“Berdasarkan catatan ada sebanyak 898 ribu orang yang melakukan perjalanan mudik dan kendaraan mencapai 239 ribu unit. Untuk puncak sendiri akan terjadi pada Sabtu dan Minggu akhir pekan ini,” katanya, Rabu (25 Maret 2026).
BACA JUGA : Jeni Mudik dari Rangkasbitung ke Pubalingga Pakai Sepeda
Heru menyampaikan, menghadapi dinamika arus balik, berbagai persiapan untuk kelancaran dilakukan, termasuk juga menyiapkan sebanyak 28 kapal hingga 33 kapal setiap harinya.
Termasuk juga, sejumlah bufferzone untuk mengantisipasi penumpukan di Pelabuhan Bakauheni pada saat arus balik.
Di Bakauheni, delaying system didukung oleh Rest Area KM 87B, KM 67B, KM 49B, KM 33B, KM 20B. Lalu area penyangga tambahan di Terminal Gayam dan RM Gunung Jati.
“Fungsi bufferzone tidak hanya sebagai sistem penundaan saja. Namun juga titik verifikasi bagi pengguna jasa,” ucapnya.
BACA JUGA : Sambut Hari Kemenangan, Ini 6 Amalan Sunah Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Sementara itu, General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba menyatakan, di bufferzone tersebut juga dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan.
Ada penanda bagi pengguna jasa yang tidak memiliki tiket sesuai jadwal akan diberikan stiker merah. Namun, untuk yang sudah sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” ujarnya.
Partogi menyampaikan, single tarif juga masih diberlakukan. Dimana, semua tarif dikenakan tarif reguler sebangaima pada mas mudik. Dimana, hal itu membuat distribusi penumpang dilakukan secara dinamis baik di dermaga eksekutif dan reguler.
“Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengioprasian deramaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat peningkatan volume,” ujarnya.
BACA JUGA : Pengelola Wisata Dilarang Naikkan Tarif Libur Lebaran
Terpisah, Head of Sustainability Management and Corporate Communications Astra Tol Tangerang-Merak Uswatun Hasanah mengatakan,
total arus lalu lintas yang melintas di ruas tol Tangerang-Merak secara akumulasi sebanyak 2.076.999 kendaraan sejak H-10 Lebaran atau Selasa 10 Maret 2026, sampai dengan Selasa 24 Maret 2026.
Dengan rata-rata lalu lintas harian 153.763 kendaraan, lebih tinggi 13,7 persen dibandingkan periode yang sama saat Lebaran 2025, atau menurun 4,3 persen terhadap lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal. (uri/tohir)







