703 Ribu Pemudik Kembali ke Jawa

703 Ribu Pemudik Kembali ke Jawa
ARUS BALIK: Suasana arus balik yang masih padat di Pelabuhan Bakauheni Lampung, kemarin.

BANTENRAYA.CO.ID – Total sebanyak 703.886 pemudik dari Sumatera kembali ke Jawa pada arus balik Lebaran 2026.

Jika dilihat dari jumlah pemudik yang menyeberang ke Sumatera pada arus mudik Lebaran 2026 sebanyak 898.664 orang, maka jumlah pemudik yang balik ke Jawa tersebut baru mencapai 78,3 persen.

Untuk total kendaraan yang tiba ke Jawa sendiri sebanyak 185.231 unit atau baru 77,2 persen dibanding yang menyeberang saat mudik sebanyak 239.760 unit.

Dari total 185.231 unit kendaraan itu terbagi atas roda dua 79.842 unit, roda empat 91.870 unit, bus 3.949 unit, dan truk 9.606 unit.

BACA JUGA : 70 Persen Pemudik Belum Pulang ke Jawa

Untuk arus balik dari Jawa ke Sumatera yakni sebanyak 367.930 orang dengan total kendaraan sebanyak 78.829 unit.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyatakan, kendati terjadi peningkatan trafik pada arus balik, layanan tetap terjaga dalam kondisi prima.

“Arus balik memang meningkat secara data harian, namun layanan tetap berjalan lancar dan merata. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh stakeholder yang memastikan mudik aman dan lebaran tetap nyaman,” katanya, Minggu (29 Maret 2026).

Heru menyampaikan, pihaknya masih akan terus menyiapkan sejumlah skema buffer zone dan delaying system pada dua hari kedepan. Hal itu, karena masih tersisa sejumlah pemudik yang belum datang.

BACA JUGA : Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

“Masih ada beberapa persen lagi yang tersisa. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone, delaying system, hingga kapal tambahan, sehingga kepadatan dapat diurai dalam dua hari kedepan,” ujarnya.

Heru mengklaim, lancarnya arus balik menjadi cerminan pengelolaan berjalan efektif, serta koordinasi yang solid dari lintas sektor.

“Capaian ini mencerminkan pengelolaan arus balik yang berjalan efektif, didukung koordinasi lintas sektor yang solid dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang memantau kondisi penyeberangan arus balik menyatakan, pihaknya memastikan pada arus mudik dan balik semuanya dalam kondisi terkendali.

BACA JUGA : Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru: Kumpulan Link Gratis untuk Media Sosial

Hal itu karena berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk delaying system, diterapkan secara adaptif dengan indikator situasi hijau, kuning, hingga merah.

“Secara umum arus balik masih dalam kategori hijau atau lancar. Kami juga menyiapkan skenario alternatif apabila terjadi antrean panjang,” jelasnya.

Sigit menyatakan, berapa hari kedepan masih akan ada sisa dari arus balik. Untuk itu, menjadi perhatian Bersama agar pengaturan trafik bisa tetap berjalan lancar.

“Beberapa persen lainnya masih akan melakukan perjalanan balik dalam beberapa hari kedepan, sehingga menjadi perhatian bersama dalam pengaturan distribusi trafik ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA : Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu diketahui, arus lalu lintas kendaraan pada periode Lebaran 2026 di ruas Tol Tangerang-Merak tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025.

Data yang sama juga disampaikan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat BPTD Kelas II Lampung.

Head of Sustainability Management and Corporate Communications Astra Tol Tangerang-Merak Uswatun Hasanah mengatakan, total kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Cikupa pada periode 23 hingga 26 Maret 2026,

mencapai 229.132 kendaraan. Dengan lalu lintas harian sebesar 57.246 kendaraan, angka tersebut turun 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

BACA JUGA : 4.000 Ton Sampah Jadi Energi Listrik di Banten

“Namun jumlah ini masih lebih tinggi 7 persen terhadap lalu lintas harian rata-rata normal,” ujar Uswatun, Minggu (29 Maret 2026).

Sementara itu, arus kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Merak dari arah Pelabuhan Merak dan sekitarnya selama periode yang sama tercatat sebanyak 68.841 kendaraan.

Pada Kamis, 26 Maret 2026, volume kendaraan yang masuk mencapai 16.478 kendaraan. Jumlah ini turun 15,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi meningkat signifikan hingga 109,1 persen dibandingkan LHR normal.

“Terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu, namun jika dibandingkan dengan kondisi normal, arus kendaraan masih mengalami lonjakan yang cukup tinggi,” katanya.

BACA JUGA : Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan

Secara keseluruhan, total arus lalu lintas yang melintas di ruas Tol Tangerang–Merak sejak 11 Maret hingga 26 Maret 2026 mencapai 2.371.042 kendaraan.

Rata-rata lalu lintas harian selama periode tersebut tercatat sebesar 151.676 kendaraan, lebih rendah 2,5 persen dibandingkan Lebaran 2025 dan turun 3,8 persen dibandingkan LHR normal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengungkapkan, berdasarkan laporan yang dirilis Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat BPTD Kelas II Lampung,

berkaitan dengan laporan resmi produksi pelabuhan dan terminal selama periode Angkutan Lebaran 2026, tercatat ada penurunan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan dengan periode Lebaran 2025.

BACA JUGA : Amaris Hotel Cilegon Bisa Chek In Jam 10 Pagi

Data yang dihimpun dari pelabuhan dan terminal utama di Lampung yang menuju Pulau Jawa/ Merak menunjukkan tren penurunan arus mudik.

tercatat turun sekitar 1 persen, sementara kendaraan mengalami penurunan lebih besar, yakni 2 persen.

Lampung, sebagai pintu gerbang utama arus mudik Sumatera–Jawa, menjadi indikator penting pergerakan nasional selama masa Lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun selama periode 13 Maret 2026 sampai dengan 27 Maret 2026, jumlah total penumpang turun 1 persen dibandingkan Lebaran 2025.

BACA JUGA : Budi-Agis Kompak Shalat Idul Fitri Bareng di Alun-alun Kota Serang 

Pada tahun 2026, total jumlah penumpang 1.082.989 orang, dengan rincian 83.917 penumpang merupakan pejalan kaki dan 999.072 penumpang dalam kendaraan.

Tidak hanya itu, total kendaraan tahun 2026 juga turun 2 persen dibandingkan 2025.

rinciannya adalah sepeda motor turun 4 persen, mobil pribadi (roda 4 penumpang) turun 1 persen, pick up turun 100 persen, bus naik 12 persen, dan truk turun 100 persen. (uri/tohir)

 

Pos terkait