Cegah Menjadi Warga Disabilitas, Puluhan Lansia Jawilan Diberikan Edukasi

Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti memberikan edukasi terhadap lansia yang datang ke Puskesmas Jawilan, Selasa 2 September 2025.
Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti memberikan edukasi terhadap lansia yang datang ke Puskesmas Jawilan, Selasa 2 September 2025.

BANTENRAYA.CO.ID – Puskesmas Kecamatan Jawilan memberikan sosialisasi dan edukasi terhadap puluhan lansia untuk mencegah terjadinya disabilitas.

Sosialisasi tersebut rutin diberikan satu pekan sekali kepada para masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Jawilan.

Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti mengatakan, disabilitas perlu dicegah supaya tidak terjadi risiko penyakit yang berkepanjangan pada Lansia.

Bacaan Lainnya

Diduga Lawan Arah, Pengendara Motor di Puloampel Kritis Terlindas Tronton

“Jadi ini program kita setiap minggu memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tidak mengalami disabilitas, Alhamdulillah untuk hari ini sekitar 30 orang kita berikan edukasi,” ujarnya, Selasa 2 September 2025.

Ia menjelaskan, disabilitas sangat rentan terjadi pada lansia karena kurangnya kewaspadaan serta kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan.

“Misalnya dia sudah punya penyakit tapi tidak mau menjaga kesehatan, itu sangat berpotensi mengakibatkan disabilitas terhadap mereka dan bisa menimbulkan penyakit lainnya,” katanya.

Tinggal Klik! 3 Link Twibbon Peringatan Hari Hari Solidaritas Hijab Internasional 2025, Desain Terbaik dan Gratis

Imas menuturkan, berbagai gejala bisa mengakibatkan seseorang mengalami disabilitas baik secara fisik, mental, sensor, psikologi dan lain sebagainya.

“Kalau kita jauh mempelajari disabilitas itu bukan hanya terjadi pada orang yang sakit, tetapi orang yang keliatannya sehat juga bisa terjadi. Orang yang sedang mengalami gangguan dan depresi juga bisa disebut disabilitas,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, banyak masyarakat yang mengalami disabilitas sehingga kesulitan melakukan aktivitas keseharian dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Contohnya meliputi susah berpikir, mengingat, berkomunikasi, melihat dan kesulitan dalam bergerak. Hal itu karena keterbatasan fisik, intelektual, mental, atau sensorik yang dialami seseorang,” paparnya.

Pihaknya berupaya melakukan edukasi secara rutin untuk memberi pemahaman tentang pencegahan disabilitas khusus terhadap Lansia.

“Sosialisasi harusnya dilakukan dari usia 18 tahun sampai Lansia, tapi kebanyakan yang kita berikan edukasi itu lansia,” tuturnya. *** (andika)

Pos terkait