BANTENRAYA.CO.ID – Emas perhiasan tercatat sebagai komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Provinsi Banten sepanjang tahun 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, komoditas ini memberikan andil inflasi terbesar dibandingkan komoditas lainnya.
Berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Banten, pada Desember 2025 terjadi inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,67 persen.
Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,80 pada November 2025 menjadi 109,53 pada Desember 2025.
BACA JUGA : Pendopo Kabupaten Serang Tidak Masuk List KPK Untuk Diserahkan ke Pemkot Serang
Sementara secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,74 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) juga berada di angka 2,74 persen.
Ketua Tim Kerja Statistik Distribusi, Harga, dan Jasa BPS Provinsi Banten Saeful Hidayat menjelaskan bahwa inflasi Desember 2025 terutama disumbang oleh dua kelompok pengeluaran utama.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi terbesar yakni sebesar 0,50 poin persen.
“Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,07 poin persen,” ujar Saeful Hidayat, Rabu (7 Januari 2026).
BACA JUGA : Rumah Magot Hasilkan Pakan Ternak dan Urai Sampah Organik Hingga Ratusan Kilo Per Bulan
Saeful merinci, terdapat lima komoditas utama yang menjadi pemicu inflasi bulanan pada Desember 2025. Komoditas tersebut antara lain cabai rawit dengan andil inflasi 0,23 poin persen,
daging ayam ras 0,08 poin persen, emas perhiasan 0,06 poin persen, telur ayam ras 0,05 poin persen, dan air kemasan dengan andil 0,04 poin persen.
Di sisi lain, sejumlah komoditas tercatat mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi secara bulanan.
Komoditas tersebut meliputi cabai merah dengan andil deflasi 0,03 poin persen, daging sapi 0,01 poin persen, wortel 0,01 poin persen, bawang merah 0,01 poin persen, dan buah salak sebesar 0,01 poin persen.
BACA JUGA : Banjir Akibat Warga Ubah Fungsi Sungai Jadi Bangunan Liar
Lebih lanjut, Saeful menegaskan bahwa secara akumulatif sepanjang tahun 2025, emas perhiasan menjadi komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan di Provinsi Banten.
“Sepanjang 2025, emas perhiasan merupakan komoditas yang menjadi pemicu utama inflasi year on year dengan andil sebesar 0,65 poin persen,” kata Saeful.
Sementara itu. Kepala BPS Provinsi Banten Faizal Anwar mengungkapkan, inflasi Banten sepanjang 2025 mengalami fluktuasi dari mulai -1,05 pada Januari lalu menguat menjadi 2,02 pada Maret dan kembali melemah menjadi -0,32 pada Agustus dan kembali memguat pada Desember menjadi 0,67. (tohir)







