Ahmad Nuri, Tidak Siap Untuk Diam

Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri saat diwawancarai wartawan di Kota Serang
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri saat diwawancarai wartawan di Kota Serang. (Harir Baldan/Bantenraya.co.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri memiliki tagline, Tidak Siap Untuk Diam.

Tagline tidak siap untuk diam terinspirasi dari Walikota Serang Budi Rustandi yang terus bergerak melakukan percepatan pembangunan di Kota Serang.

Tagline tidak siap untuk diam selain untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk memantik semangat para pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Wagub Minta Tindak Tegas Kasus Pelecehan di Untirta

Ahmad Nuri mengatakan, pelayanan pendidikan yang merupakan isyarat Walikota Serang Budi Rustandi langsung bergerak ke masyarakat itu mengandung makna yang sangat dalam dan penting. Antara semangat jihad, istihadah, dan mujahadah dilakukan secara intensif.

“Nah itu sedikit ada persoalan kita tidak siap untuk diam. Atau persoalan yang belum diselesaikan kita akan selesaikan. Itu saya kira makna dari tidak siap untuk diam,” ujar Nuri, kepada Bantenraya.co.id, Selasa 7 April 2026.

Nuri mengaku pelayanan pendidikan yang ia maknai merupakan terjemahan dari Walikota Serang Budi Rustandi yang tiap hari keliling ke masyarakat.

BACA JUGA : Pramuka Perguruan Tinggi: Saatnya Keluar dari Zona Nyaman dan Menjadi Gerakan Intelektual Berdampak

“Sampai siang hari ini aja Pak Wali sudah tiga tempat dikunjungi. Masak kepala dinas pendidikan saya siap diam? Maka saya katakan ini tidak siap untuk diam,” ucap dia.

Nuri menjelaskan, tagline tidak siap untuk diam lahir dari sebuah ruh pergerakan untuk melayani masyarakat dengan satuan pelayanan pendidikan.

“Itu muncul akibat eksperimentasi dan exercise pengalaman pribadi. Saya muncul dari camat, dari dua kali jadi camat, terus Setwan ternyata harus bergerak dan tagline muncul tidak siap untuk diam,” ungkapnya.

BACA JUGA : Penerapan WFH Ditentang

Ia mengungkapkan, kalimat sakti tidak siap untuk diam murni hasil karya sendiri. Kalimat itu hasil istihadi dan kontemplasi panjang, sehingga muncullah diksi tersebut.

“Kalau diksi bergerak sudah banyak. Diksi yang lain sudah mantap. Tapi diksi ini orisinil muncul ilhami yang turun diberikan ke saya, untuk menjadi pemantik untuk saya selalu bergerak.
Ketika badan ini sehat, jiwa ini sehat dan ruh ini sehat,” terang Nuri.

BACA JUGA : Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong Energi Terbarukan

Kesadaran subjektif saya, kesadaran objektif di lapangan saya memunculkan dengan hujjah keagamaan saya ternyata agama mengajarkan orang punya harokah. Harokah ini maknanya adalah tidak siap untuk diam dan ini panjang menemukan makna yang luar biasa ini menurut saya. Kata-kata ini. Yang belum pernah dimunculkan di dunia dan baru di Kota Serang dan Ilhami oleh Pak Walikota Serang yang terus bergerak terus tak henti.

Tidak siap untuk diam. Kalau diperintah apapun tidak siap untuk diam. hal-hal yang produktif, yang maslahat, yang memberikan pelayanan. (harir)

Pos terkait