Mulai Menipis, Harga Masker Melambung

Mulai Menipis, Harga Masker Melambung
HARGA NAIK : Salah seorang pegawai Apotek Gama di Kecamatan Kramatwatu menunjukan masker yang mengalami kenaikan imbas erupsi GAK, Senin (7 September 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Stok masker di sejumlah apotek yang ada di Kabupaten Serang mulai habis, imbas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejak 4 September 2026. Stok masker habis karena permintaan semakin tinggi, sehingga menimbulkan lonjakan harga yang signifikan.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi Banten Ahmad Sofan mengatakan, stok masker di sejumlah apotik di wilayah Kabupaten Serang mulai menipis pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.

Namun kondisi tersebut belum bisa disebut langka. “Kalau secara gambaran, bahwa stok masker di apotek dalam kondisi normal. Itu kan apotek tidak menyetok banyak. Hanya untuk penjualan normal,” ujarnya, Senin (7 September 2026).

Ia menjelaskan, ketika terjadi peningkatan permintaan secara tiba-tiba seperti sekarang, apotek harus melakukan pengadaan ulang ke Pedagang Besar Farmasi (PBF).

BACA JUGA : DPLK bank bjb Gelar Bulan Dana Pensiun 2026, Dorong Masyarakat Wujudkan Masa Depan Finansial yang Lebih Sejahtera

“Berarti apoteknya harus belanja dulu nih ke PBF. Nah di PBF-nya ini kita belum dapat informasi stoknya aman atau tidak,” katanya.

Pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang itu menuturkan, di tingkat pabrik tidak ada masalah kekurangan. Ia khawatir terjadi kelangkaan karena penimbunan sehingga bisa mengakibatkan harga yang lebih mahal.

“Kalau yang di pabriknya sih harusnya tidak kekurangan. Karena ini kan bukan bencana nasional seperti Covid. Ini masih lokal di Jakarta dan Banten. Takut ada yang mainin saja, stoknya menjadi dibuat mahal,” jelasnya.

Ia mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari Gabungan Perusahaan Farmasi (GF) Banten terkait ketersediaan stok di distributor. “Sampai saat ini belum terkonfirmasi.

BACA JUGA : PMI Banten Kirim Nakes ke NTT Bantu Pengungsi

Cuma yang di status whatsApp, nyari masker susah karena memang orang menyerbu ke apotek. Apalagi saat hari Sabtu dan Minggu, otomatis masih tutup, kalaupun harus belanja ke PBF harus di jam kerja,” paparnya.

Terpisah, Petugas Apotek Gama di Kecamatan Kramatwatu mengatakan, stok masker yang biasanya aman, kini ludes hanya dalam beberapa jam setelah apotek buka.

“Kalau stoknya kemarin (Minggu 6 September 2026) habis waktu pagi. Mulai dari bukanya apotek itu jam 07.00, terus habis di jam 09.00,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya stok masker di apotek tersebut cukup banyak dan dijual per boks. Bahkan masker dengan harga tinggi pun tetap dibeli masyarakat.”Padahal dulunya stok masker kita banyak gitu kan. Bahkan yang mahal pun mereka berani ambil,” jelasnya.

BACA JUGA : Proyek Yayasan di Padarincang Disetop

Ia menyebut terjadi kenaikan harga masker sekitar Rp10 ribu per boks, dari harga normal Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu. “Kemungkinan sekitar di Rp10 ribu Kak kenaikannya, dari harga Rp20.000 ke Rp30.000” katanya

Jenis masker yang paling banyak dicari saat ini adalah KN95, masker hijab, dan masker anak.

Ia memastikan untuk pengadaan stok masih bisa dilakukan dan akan dikirim dari pusat ke seluruh cabang. Namun harga dari distributor juga ikut naik.

“Kalau stok untuk kita nyerahin ke tingkat pusat. Nanti dari pusat bakal dikirim-kirim ke semua cabang. Faktor kenaikannya karena permintaannya tinggi. Stoknya masih bisa pengadaan lagi, cuman harganya melambung,” jelasnya. (andika)

Pos terkait