Lumpia Makanan Khas Dari? Inilah Asal-Asul Makanan Warisan Nusantara Hingga Sudah Diakui UNESCO

asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO
asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO. (Tokopedia)

BANTENRAYA.CO.ID – Inilah informasi seputar asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO.

Siapa yang suka membeli lumpia ketika mengunjungi kota Semarang? Makanan satu ini harus masuk ke daftar oleh-oleh yang wajib untuk dibeli.

Seperti kita ketahui lumpia sendiri rasanya enak banget dan rasanya gurih dan bisa lidah bergoyang hingga ingin beli lumpia terus.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Masih Ingat! Ini 5 Artis Cantik Pernah Viral Karena Video Pemersatu Bangsa, Ada yang Indehoy Bareng Anggota DPR RI

Penasaran dengan asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO? Simak artikel ini sampai selesai.

Dikutip Bantenraya.co.id dari berbagai sumber, Berikut ini adalah asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO:

Lumpia merupakan makanan khas Semarang Jawa Tengah yang memiliki cita rasa gurih dan disukai oleh banyak masyarakat, khususnya masyarakat Jawa.

BACA JUGA: Indonesia Heboh Kehabisan Tiket Coldplay, Singapura Geger Tiket Konser Charly Vanhoutten Setia Band Sold Out

Lumpia memiliki asal usul dan nama yang berasal dari singkatan, ada arti dan kepanjangannya. masyarakat biasanya mengeja makanan ini dengan nama ‘Lunpia’.

Ternyata nama lumpia berasal dari singkatan, bahasanya berasal dari dialek Hokkian.

Kata lumpia berasal dari kata ‘lum’ atau ‘lun’ yang artinya lunak dan ‘pia’ berarti kue.

BACA JUGA: MASIH HANGAT! Kode Redeem FF Free Fire Terbaru 28 Mei 2023, Klaim Reward Pet, Room Hingga Emote Gratis

Makanan khas Semarang ini ternyata merupakan hasil perpaduan Tionghoa dan Jawa. Selain rasanya yang enak, lumpia punya asal usul yang menarik.

Berawal dari Tjoa Thay Joe dari Fujian yang pindah ke Indonesia tepatnya Kota Semarang, ia memiliki bisnis makanan sejenis lumpia yang isiannya menggunakan bahan daging babi dan rebung.

Kemudian, Tjoa Thay Joe menikah dengan perempuan asli Jawa yang bernama Wasih.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Hotel Murah di Labuan Bajo Rp100 Ribuan: Buka Pintu View Langsung Pantai!

Perempuan ini juga memiliki bisnis makanan yang hampir sama dengan Tjoa Thay Joe, namun bahan isian menggunakan kentang dan udang serta rasanya cenderung manis.

Tjoa Thay Joe dan Wasih menggabungkan kedua resep mereka menjadi satu sehingga terciptalah makanan yang berisi ayam dan udang lalu dibungkus dengan kulit lumpia khas Tionghoa.

Tidak disangka makanan yang diproduksi oleh Tjoa Thay Joe dan Wasih disukai oleh banyak orang sehingga berkembang ke berbagai daerah.

Mulai Dikenal Luas hingga Diakui oleh UNESCO

Tahun 1963 merupakan puncak dikenalnya lumpia oleh masyarakat luas, tepatnya pada saat acara pesta olahraga ‘Games of the New Emerging Forces’ di Jakarta.

Perjalanan dalam memperkenalkan lumpia tentu tidak mudah, namun makanan tersebut masih mampu berjaya hingga saat ini. Akibat perjalanan sejarah yang unik dan panjang, tepat pada tahun 2014, UNESCO mengakui lumpia sebagai salah satu warisan budaya nusantara.

Berdasarkan informasi dari tenaga kerja Indonesia pada 2015, Malaysia sempat ingin mengklaim lumpia sebagai milik negaranya.

Demi mencegah hal tersebut, pewaris lumpia generasi kelima, Meliani Sugiarto, bekerja sama dengan Forum Sosial Peduli Budaya Indonesia (FORMASBUDI) untuk menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Malaysia dengan membawa lumpia di nampan bambu.

Setelah mendengar kisah dari lahirnya lumpia Semarang, bagaimana menurutmu, tertarik untuk mencoba?

Itulah tadi asal usul lumpia Semarang yang salah satu warisan budaya Nusantara dan sudah diakui UNESCO.

Semoga Bermanfaat.***

Pos terkait