Fenomena Jemaah Haji Hilang di Madinah Gegara Tersesat, PHU Imbau Jemaah Menjaga Diri

Gelar Haji
Gelar Haji ternyata warisan belanda untuk penanda orang Indonesia. (Pixabay/konevi)

BANTENRAYA.CO.ID – Dua orang jemaah haji Indonesia yang hilang di Madinah dalam proses pencarian.

Dua orang jemaah haji hilang diduga tersesat saat berada di Madinah.

Para jemaah haji untuk menjaga diri saat berada di Madinah.

BACA JUGA : Tiga Orang Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah, Satu Orang Jemaah Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia, Dua Orang Jemaah Masih Dicari

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief meminta, fenomena jemaah haji hilang dan tersesat tidak terjadi di Madinah.

Hilman berharap petugas dan jemaah haji untuk lebih mawas diri.

“Nah saya meminta para petugas mawas diri, jaga-jaga dan mempersiapkan skema agar fenomena tersesat, hilang di jalan bisa kita minimalisasi,” ujarnya seusai rapat koordinasi pelayanan jemaah haji gelombang kedua di Daker Madinah.

Dikutip Bantenraya.co.id dari laman kemenag.go.id, Kamis 13 Juli 2023, Hilman meminta jemaah haji untuk menjaga diri agar tidak tersesat. Sebab, intensitas pergerakan manusia di Madinah cukup padat.

BACA JUGA : Suhu Madinah Sangat Panas Capai 33 Derajat Celcius, Jemaah Haji Diimbau Tidak Paksakan Arbain

“Jangan sampai jemaah yang pernah tersesat atau hilang di Makkah sudah ketemu dan sudah bersama kelompoknya lagi, di Madinah terulang. Karena intensitas pergerakannya juga lumayan di sini,” katanya.

Jemaah haji Indonesia yang berangkat pada gelombang kedua mulai bergeser dari Makkah menuju Madinah pada 10 Juli 2023.

Total jemaah yang tiba di Saudi pada gelombang kedua mencapai 111.120 orang.

Mereka secara bertahap diberangkatkan ke Madinah sampai 24 Agustus 2023. Artinya, jemaah akan kembali menghadapi situasi yang padat di Madinah.

BACA JUGA : Jemaah Haji Bisa Ajukan Pulang Lebih Awal dan Pengajuan Waktu Pulang Menjadi Mundur

“Setelah tenang kemarin di Makkah pascapuncak haji, pascaumrah sunah dan sebagainya, dan pascatawaf Ifadlah dan Tawaf Wada, sekarang masuk ke Madinah akan menghadapi situasi yang juga padat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hilman juga meminta kepada ketua kloter untuk sigap mengomunikasikan isu-isu ini, yakni fenomena jemaah hilang dan tersesat kepada jemaahnya.

“Untuk jemaah tertentu yang punya pengalaman tersesat lama atau hilang kemudian ditemukan belum ditanazulkan, ini masih harus ke Madinah. Nah di Madinah kita harapkan mereka juga bisa menikmati suasananya tapi jangan sampai hilang lagi karena ini fenomena umum banyak terjadi,” harapnya. ***

Pos terkait