BANTENRAYA.CO.ID – Aparat Brutal! Buntu penolakan PSN, Masyarakat Air Bangis dipaksa pulang dengan cara diseret ketika bersholawat di Masjid.
Dalam paksaan pulang tersebut Aparat terlihat sadis untuk memaksa masyarakat Air Bangis untuk pulang kerumahnya masing masing.
Bahkan terdapat aparat yang terlihat menarik masyarakat Bangis yang diikuti oleh teriakan seorang wanita yang sangat histeris.
Video viral tersebut dikutip Bantenraya.co.id dari akun Instagram @aktivismahasiswa.ind masyarakat Air Bengis terlihat diseret dan dipaksa untuk tulang.
BACA JUGA : Polres Manggarai Barat Melarang Adanya Nobar Film Dokumenter ‘Dragon For Sale’: Kenapa?
” masyarakat Air Bangis, Pesaman Barat dan kawan-kawan Ditampar,diseret,ditangkap paksa, tidak boleh merekam begitu kejamnya @humaspoldasumbar @polrestapadang” tulis akun @aktivismahasiswa.ind.
Diketahui pasukan polisi yang menyeret secara paksa adala pasukan dari Polres Padang sebagaimana hal tersebut telah diungkapkan oleh akun Instagram tersebut.
Diketahui Aksi demo tersebut merupakan aksi untuk menyikapi perjuangan 1.500 nyawa Masyarakat Air Bangis akibat dari proyek Strategi Nasional.
Menurutnya Proyek Strategi Nasional yang membuat mereka deskriminasi ketika menjual dan membeli sawit, dan kampung mereka dikepung oleh Brimob dan diembargo.
“Dalam menyikapi nasib perjuangan 1.500 nyawa masyarakat Air Bangis akibat dari Proyek Strategi Nasional yang membuat mereka diskriminasi ketika menjual dan membeli sawit, kampung mereka dikepung oleh Brimob, dan diembargo.” Tulis akun @aktivismahasiswa.idn
Dalam postingan tersebut masyarakat Air Bengis semata-mata untuk meminta bantuan kepada gubernur Sumatra Barat karena sudah tidak ada lagi tempatnya untuk mengadu.
“Masyarakat air bangis selama lima hari ini melakukan aksi damai, hanya untuk meminta bantuan kepada Gubernur Sumbar karena sudah tidak ada lagi tempat mengadu mereka, berkahir ditangkap, dibubar paksa ketika sedang bersholawat di Mesjid Raya Sumbar” lanjut tulis postingan tersebut.
Masyarakat Air Bengis yang melakukan demo berakhir dibubar paksa oleh aparat yang diduga sedang bersholawat di Masjid Raya Sumbar.
Aksi yang ditunjukan aparat terhadap masyarakat yang melakukan demo dianggap kejam oleh sebagian netizen. bahkan mereka membandingkan kejadian tersebut dengan Al Zaytun
“Ya allah…al zaytun sj tidak dibeginikan” tulis akun @zahhdata
“Mereka sudah tak hargai mesjid..lebih memilih polesan seragam dan jabatan dunia semoga kelak akan merasakan apa yg Allah berikan kepada para yg katanya di gaji uang rakyat” tulis akun @wibawa.sanghyang.***





