Akses SD Negeri Kuranji Terganggu

Akses SD Negeri Kuranji Terganggu
SDN Kuranji Kota Serang Kembali Disegel Pihak Ahli Waris : Ahli waris segel gerbang masuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuranji Kota Serang di Jalan Empat Lima, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu, 16 Juli 2025. Segel gerbang masuk SDN Kuranji sempat dibongkar oleh Walikota Serang Budi Rustandi pada bulan Maret tahun 2025. Namun gerbang masuk SDN Kuranji kembali disegel oleh ahli waris lantaran hingga saat ini mereka menganggap belum ada titik kesepakatan. Doni Kurniawan/Banten Raya

BANTENRAYA.CO.ID – SD Negeri Kuranji di ruas jalan 45, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, kembali disegel oleh ahli waris, Rabu (16 Juli 25) pagi.

Penyegelan SD Negeri Kuranji dilakukan karena ahli waris merasa dikhianati oleh Pemkot Serang atas polemik sengketa lahan yang terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Pantauan Banten Raya di lokasi, ahli waris menyegel pintu gerbang dan pintu kecil SD Negeri Kuranji dengan bambu yang diikat tali kabel.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu, hanya saja akses keluar masuk para guru, siswa, dan orangtua murid terpaksa lewat pintu belakang yang sempit SD Negeri Kuranji.

SDN Kuranji Kota Serang Kembali Disegel Pihak Ahli Waris

Salah seorang ahli waris Marno mengatakan, pihaknya terpaksa menyegel kembali SD Negeri Kuranji karena Pemkot Serang ingkar janji. “Bapak Walikota ingkar atas kesepakatannya,” ujar Marno, kepada Banten Raya.

Ia mengaku akan tetap menyegel SD Negeri Kuranji sebelum kesepakatannya ditepati. “Pokoknya kita minta perdamaian. Sekolah ini akan kita segel seberesnya,” ucap dia.

Kepala SD Negeri Kuranji Kota Serang Desi Pristiwanti merasa syok sekolahnya kembali disegel oleh ahli waris yang mengklaim tanah SD Negeri Kuranji miliknya.

Amat wajar jika Desi Pristiwanti menangis, karena pembongkaran terjadi secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan.

Kolaborasi bank bjb dan BDG 100 Ultra, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal Tumbuh

“Iya sedih karena kita dalam tahun ajaran baru pengennya sekolah berjalan dengan normal, dengan nyaman,” ujar Desi.

Dengan insiden tersebut, ia mengaku pihaknya tidak merasa nyaman, karena khawatir berimbas terhadap rutinitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Tetapi dengan adanya kayak gini nggak munafik pasti kita namanya hati sedih, kemudian kita seperti tidak bisa melakukan lebih luas.

Kita kan pengennya melakukan kegiatan belajar dengan nyaman, sehingga kita bisa mengeksplor,” tutur dia.

Gerbang Masuk SDN Kuranji Kembali Disegel Ahli Waris, Siswa Terpaksa Lewat Gang Kecil Belakang Sekolah

“Baik itu mengeskpor diri, siswanya, gurunya, semuanya dengan bakat dan potensi yang ada kita tuh punya jargon, punya cita-cita dan semangat bahwa Kuranji itu berdasi.

Berkarakter, berbudaya dan berprestasi. Itu yang sekarang akan kita tingkatkan,” imbuhnya.

Desi berharap penyegelan SD Negeri Kuranji tidak berlangsung lama dan segera berakhir, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali normal seperti sedia kala.

“Walaupun dalam keadaan yang seperti ini ya mau gimana lagi. Kita kan sebagai pelaksana harus menerima.

Kolaborasi bank bjb dan BDG 100 Ultra, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal Tumbuh

Mudah-mudahan ke depannya bapak walikota, dan seluruh jajaran bisa melihat ini dan segera SD Kuranji itu seperti sekolah-sekolah lainnya normal.

Kita bisa melakukan pembelajaran yang lebih baik, sekolah juga tidak lagi dengan akses yang seperti ini disegel.

Kita pengennya seperti layaknya sekolah lain. Kita belajar dengan nyaman, masuk dari pintu gerbang pulang pun dari pintu gerbang nggak harus dari belakang-belakang,” beber Desi.

Sebab, kata dia, jika masuk dan pulang sekolah dari pintu belakang akan mengendurkan spirit para anak didiknya.

SDN Kuranji Kota Serang Kembali Disegel Pihak Ahli Waris

“Kalau berangkat sekolah lewat belakang itu sudah menurunkan motivasi buat anak-anak.

Kami siap memotivasi anak-anak untuk terus belajar di sekolah, dan kami saya juga sebagai kepala sekolah saling bersinergi saling menguatkan untuk bisa terus semangat belajar,” pungkas dia.

Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, pihaknya sempat bermusyawarah dengan ahli waris namun tidak menemukan titik temu.

Meski gerbang depan disegel, proses KBM SD Negeri Kuranji masih bisa dilaksanakan, sehingga tidak menjadi bagi guru dan siswa.

Kolaborasi bank bjb dan BDG 100 Ultra, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal Tumbuh

“Namun secara institusi secara kelembagaan dengan adanya pemagaran ini kami akan melaporkan tindak pidana kepada pihak kepolisian, karena ini kan masih dalam proses gugatan hak perdata.

Masing-masing pihak harusnya menghormati kedudukan hukum dari masing-masing pihak.

Harusnya proses hukum ini biarkan saja berjalan, tapi karena ini ada kejadian seperti ini, maka kami pun punya hak untuk melaporkan terkait dengan pemagaran ini,” ujar Wahyu, didampingi anggota DPRD Kota Serang Dapil Kecamatan Taktakan Edi Santoso.

Ia menjelaskan, bagian hukum Setda Kota Serang akan melaporkan kepada pihak kepolisian terkait penyegelan SD Negeri Kuranji.

Paman Perkosa Ponakan di Samping Istrinya

“Bagian hukum. Kita sudah menguasakan kepada jaksa pengacara negara. Nanti jaksa pengacara negara yang akan memprosesnya kaitan dengan pelaporan pidananya.

Hari ini (kita laporkan) karena tadi kan sudah saya ingatkan bahwa ini jangan sampai masyarakat yang dirugikan, karena yang menutup ini juga masyarakat (ahli waris) nah ini tetap akan kami tindak lanjuti,” jelas dia.

Wahyu mengaku pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum usai laporan penyegelan kembali SD Negeri Kuranji, karena laporan tersebut bukan untuk membuka segel.

“Oh nggak juga. Sepanjang proses KBM masih bisa dilaksanakan, kaitan dengan pintu tidak dibuka, biar nanti proses hukum yang bicara,” terangnya.

Gerbang Masuk SDN Kuranji Kembali Disegel Ahli Waris, Siswa Terpaksa Lewat Gang Kecil Belakang Sekolah

Menurut dia, penyegelan SD Negeri Kuranji ini bagian dari upaya ahli waris agar sengketa lahan segera dicairkan, namun untuk pembayaran lahan harus ada keputusan dasar hukum.

“Yang pasti ingin dilakukan pembayaran, karena merasa itu haknya ahli waris. Yang kedua ingin dilakukan cepat-cepat nih karena ini sudah tiga berjalan, tapi kan ada proses hukum.

Pemerintah daerah tidak itu tidak bisa mengeluarkan uang begitu saja tanpa ada putusan tanpa ada dasar hukumnya, harusnya masing-masing pihak sama-sama menahan diri,” tandasnya.

Walikota Serang Budi Rustandi mengaku pihaknya akan memproses secara hukum penyegelan SD Negeri Kuranji, karena dilakukan secara sepihak.

Harga Jengkol Tembus Rp80 Ribu Per Kilo

“Kalau memang itu miliknya ya silakan nunggu hasil pengadilan. Tapi nggak boleh pagar-pagar tempat fasilitas umum.

Kan udah tahu itu tempat pendidikan yang krusial. Apalagi dipagar sepihak. Proses hukumlah. Itu kan punya negara. Kasihan anak kita. Di mana hati nuraninya itu,” tegas Budi. (harir)

Pos terkait