BANTENRAYA.CO.ID – Macam-macam cara orang untuk membahagiakan dirinya. Ada yang mancing, olahraga, atau touring naik sepeda motor sambil wisata.
Cara yang terakhir sering dilakukan oleh Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang Anthon Gunawan.
Anthon Gunawan mengatakan, touring mengendarai sepeda motor bukan sekadar jalan-jalan. Banyak manfaat yang dapat petik dari touring. Mulai dari menambah wawasan, mempererat silaturahmi, dan berbagi dengan sesama rekan serta orang lain.
“Saya beralih ke touring. Touring itu menambah wawasan juga silaturahmi, dan berbagi,” ujar Anthon, kepada Banten Raya, Minggu 7 Juni 2026.
Menurut dia, melalui touring wawasan terus bertambah, silaturahmi semakin erat dan bisa saling berbagi dengan sesama.
“Membuka wawasan kita banyak tahu dengan mengunjungi daerah lain. Silaturahmi kita dapat kenalan baru, saudara baru. Berbagi kita istirahat di warung kopi, warung makan, jadi di situ banyak hal kenapa saya suka touring,” ucap dia.
Untuk waktu touringnya, Anthon mengaku tergantung jarak tempuh lokasinya.
“Kalau jauh paling cepat sebulan sekali. Kalau gas tipis ya bisa tiap hari libur seputaran Kota Serang. Cilowong, Pantai Gopek sekalian manasin motor,” katanya.
Selama touring, Anthon sudah menjelajahi beberapa tempat di wilayah Provinsi Banten maupun luar Banten.
“Jarak jauh antar provinsi ke Jawa Barat, Lampung, Yogyakarta, dan Bali,” ungkap Anthon.
Ia juga bergabung dengan komunitas motor baik di lingkungan Pemkot Serang maupun di lingkungan perumahannya.
“Bersama komunitas. Kebetulan di Pemkot ada komunitas, terus di perumahan juga ada komunitas, jadi gantian berbagi waktu,” kata dia.
Meski touring menunggang kuda besi tidak merogoh kocek sampai dalam, namun Anthon mengaku rela menyisihkan uang untuk menyalurkan hobinya tersebut.
“Kalau lintas antar provinsi tentunya kita nabung dulu sama teman-teman komunitas tiap bulan berapa 50 ribu, 100 ribu kah. Setelah cukup baru berangkat. Nggak gede-gede amat. Kemarin kita ke Sukabumi itu cuma Rp 250 ribu. Itu buat penginapan, makan, dan ngopi di luar bensin tentunya,” ungkapnya.
Ia mengaku lebih sering touring sendiri karena istrinya tidak nyaman diajak keliling naik sepeda motor.
Kendati demikian, kata Anthon keluarganya sangat mendukung hobi tersebut.
“Dulu pernah ngajak istri alasannya duduknya pegel. Jadinya sering sendiri. Mereka paham. Tapi kita juga bukan berarti lupa. Kalau bisa sebelum touring atau setelah touring harus berbagi juga sama keluarga. Maksudnya saya mengajak jalan-jalan keluarga,” tutup Anthon. *





