BANTENRAYA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan aktivitas perekonomian di Banten selama bulan Agustus 2025, tercatat mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.
Deflasi umumnya menjadi tanda lemahnya aktivitas ekonomi, yang dapat menyebabkan penurunan pendapatan bisnis, peningkatan pengangguran, dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Secara historis, pada Agustus 2024 justru Banten mengalami inflasi sebesar 0,01 persen, dengan menghentikan laju deflasi pada bulan sebelumnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada tahun ini, di bulan Agustus yang semestinya menjadi momentum untuk menjadi salah satu upaya peningkatan daya dongkrak ekonomi karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia.
BACA JUGA: Bank bjb dan BPSDM Provinsi Jawa Barat Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Sumber Daya Manusia
Ketua Tim Kerja Statistik Distribusi dan Harga BPS Banten Bambang Widjonarko menjelaskan, penyebab inflasi tersebut disumbang oleh komoditas makanan dan minuman yang memberikan andil sebesar -0,34 persen, serta sektor transportasi -0,02 pesen. Meski, tren pada sektor pendidikan mengalami inflai 0,02 persen.
“Secara umum kondisi inflasi disebabkan oleh komoditas tomat, dan cabai rawit yang masing-masing menyumbang -0,19 persen dan -0,09 persen, dan pada sektor transportasi ada besin yang alami deflasi -0,02 persen,” kata Bambang dikutip bantenraya.com, Selasa 2 September 2025.
Pada Agustus 2025, seluruh kota indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Banten yang berjumlah 5 kabupaten/kota mengalami deflasi secara bulanan.
“Deflasi paling tinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar -0,67 persen, dan yang terendah di Kota Serang sebesar -0,10 persen,” jelasnya.
Berdasarkan data inflasi secara tahun berjalan, Banten mengalami inflasi sebesar sebesar 1,11 persen pada Agustus 2025, turun dibandingkan bulan Juli sebesar 1,44 persen. Sedangkan secara tahunan inflasi Banten tercatat sebesar 1,95 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi secara tahunan pada Agustus 2025, antara lain, emas perhiasan, bawang merah, kopi bubuk, tomat, minyak goreng, sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), mobil dan telur ayam ras,” kata Bambang. (raden)***







