Budi Rustandi Dialog ke Pedagang

Budi Rustandi Dialog ke Pedagang
TEMUI PEDAGANG : Walikota Serang Budi Rustandi menemui para pedagang Pasar Induk Rau (PIR) untuk berdialog langsung terkait adanya terkait adanya penolakan pedagang tentang rencana Pemkot Serang yang ingin membangun dan menata ulang PIR.

BANTENRAYA.CO.ID – Walikota Serang Budi Rustandi menemui para pedagang di Blok B 1 Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Kamis (25 September 2025).

Kunjungan Budi Rustandi berdialog langsung dengan pedagang, untuk mengetahui secara langsung alasan para pedagang yang menolak Pasar Induk Rau dibongkar total dan dibangun ulang.

Budi Rustandi didampingi Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil,

Bacaan Lainnya

Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, dan Kasatpol PP Kota Serang Heri Hadi saat menemui para pedagang di Pasar Induk Rau.

BACA JUGA : Tiga Terdakwa Pertamax Oplosan Divonis 2,5 Tahun Penjara

Dalam pertemuan itu, Budi Rustandi mengatakan bahwa pihaknya datang menemui para pedagang Pasar Induk Rau, karena ingin mengetahui secara langsung alasan penolakan para pedagang.

“Saya ingin mengecek penolakan itu ternyata seperti apa sih. Pedagang Pasar Rau nolak-nolak ya ternyata karena masih sepi,” ujar Budi, kepada Banten Raya.

Ia menjelaskan, pihaknya memutuskan Pasar Induk Rau dibongkar total atau direnovasi harus melalui kajian komprehensif, bukan berdasarkan lisan semata.

“Nah ini bagian dari pada nanti saya memutuskan kebijakan harus pakai kajian, karena nggak bisa bicara pakai mulut aja. Kajiannya apakah kuat atau tidak itu kan kajian yang berbicara,” jelas dia.

BACA JUGA : Tiga Terdakwa Pertamax Oplosan Divonis 2,5 Tahun Penjara

“Artinya saya tetap sesuai dengan kajian hasilnya seperti apa itu yang saya pakai. Karena kalau ada apa-apa ini menjadi tanggung jawab kepala daerah pemerintah khususnya.

Kalau sampai rubuh atau apa ya pemerintah lagi yang disalahkan nanti,” imbuhnya.

Budi juga ingin memastikan bahwa nantinya tidak ada biaya menebus kios atau toko bagi para para pedagang yang akan berjualan di Pasar Induk Rau jika sudah selesai dibangun ulang.

“Saya pastikan tidak ada tadi menyampaikan tebus menebus itu nggak ada. Kalau pemerintah nyewanya murah.

BACA JUGA : Gembong Narkoba Rumah Mewah Didakwa TTPU Rp24 Miliar

Kalikan saja 10.000 per meter di kali berapa meter dikali setahun paling nggak nyampe 10 juta. Murah banget sewa pemerintah dan langsung masuk kas daerah,” tuturnya.

Ia berharap para pedagang kompak mendukung program Pemkot Serang untuk membangun ulang Pasar Induk Rau, karena kata Budi, hanya di era pemerintahannya Pasar Induk Rau akan dibangun ulang.

“Bingung juga saya ya. Nggak ngerti juga karena ini sebenarnya harus kekompakan dari pedagang untuk sama-sama, ketika di era pemerintahan saya ini baru saya bisa mau merubah ini.

Yang berani malah. Artinya dulu waktu saya ketua dewan mereka banyak ngeluh ke kita. Ketika saya walikota sudah jadi malah kayak gini,” ungkap Budi.

BACA JUGA : Bank BJB Hadirkan Dukungan Pembiayaan Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

Hingga kini, kata Budi, pihaknya masih menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh DPUPR Kota Serang.

“Untuk dibangunnya kita nunggu kajian dulu karena harus bersamaan dengan persyaratan yang diminta oleh aturan yang ada jangan sampai nanti saya melanggar. Kalau memang belum ini ya kita tunggu kajiannya dari PU,” kata dia.

Ia menegaskan, bahwa jika Pasar Induk Rau ingin berubah, maka para pedagang pun harus kompak dan mendukung program Pemkot Serang.

Kendati demikian, pihaknya tetap lurus dengan apa yang menjadi komitmennya saat kampanye di Pilkada Kota Serang 2024 lalu, karena ingin menjadikan Pasar Induk Rau yang bersih, modern, dan nyaman.

BACA JUGA : Ombudsman Temukan Maladministrasi Pengurukan Anak Sungai Kronjo

“Tapi tentunya pakai kajian kalaupun harus merehab cukup dari kajian itu ya kita rehab, tapi rehabnya juga yang keren jangan asal-asalan.

Kalau katanya itunya tidak cukup, takutnya dengan spesifikasi beton dan lain-lain ini bisa rubuh mengakibatkan bla-bla ya kita bongkar total, tapi kalau cukup rehab ya rehab. Gitu aja saya juga fleksibel kok,” katanya.

Salah seorang pedagang sepatu di Pasar Induk Rau Kota Serang Burhan mengatakan, pihaknya meminta agar pembongkaran Pasar Induk Rau dikaji ulang karena akan memberatkan para pedagang. “Tolong dipertimbangkan kembali Pak.

Boleh silakan dikaji kembali kondisi gedungnya, jangan dibongkar pak kasihan. Kami untuk membongkar kami menolak gitu kan, bagaimana untuk menggairahkan Pasar Rau,” kata Burhan.

BACA JUGA : Ombudsman Temukan Maladministrasi Pengurukan Anak Sungai Kronjo

GEREBEK TEMPAT KARAOKE
Diketahui, sebelum menemui para pedagang, Budi Rustandi bersama Asda II Kota Serang Yudi Suryadi,

Kepala Satpol PP Kota Serang Heri Hadi dan jajarannya menggerebek tempat karaoke liar yang sedang beroperasi di lantai 2 Pasar Induk Rau.

“Hari ini saya kunjungan karena ada temuan terkait tempat karaoke liar yang berdiri di Pasar Rau di lantai dua yang mana ternyata ruko-ruko kosong itu isinya adalah karaokean,” ujar Budi.

Ia menjelaskan, aksi gerebek tempat karaoke tersebut sebagai bentuk komitmen Pemkot Serang terhadap tempat hiburan yang liar dan bahkan mengedarkan minuman keras (miras).

BACA JUGA : Nanang Saefudin Digadang Jadi Ketua Tim Satgas Percepatan Program MBG Kota Serang

“Teman-teman bisa lihat semua bahwa ini adalah upaya dari pemerintah kota ingin melarang adanya tempat hiburan yang liar dan bahkan ada minuman kerasnya,” jelas dia.

Budi Rustandi kaget ruko-ruko kosong tersebut dijadikan tempat karaoke, dan ditemukan minuman keras (miras) di tempat karaoke tersebut.

Budi menginstruksikan Satpol PP Kota Serang untuk segera menutup tempat karaoke tersebut, karena melanggar Perda Kota Serang. “Ditutuplah saya perintahin tutup karena melanggar perda,” tegasnya. (harir)

Pos terkait