Budi Rustandi Luncurkan Program Serang Mengaji, Berharap Lahir 1.000 Kiai dan 1 Juta Santri di Kota Serang

Walikota Serang Budi Rustandi (tengah) foto bersama ulama dan pejabat usai membuka sosialisasi program Serang Mengaji di Hotel Flamengo, Kota Serang, Kamis 28 Agustus 2025. (Harir/Bantenraya.co.id)

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang meluncurkan program Serang Mengaji.

Program Serang Mengaji secara resmi disosialisasikan Walikota Serang Budi Rustandi di Hotel Flamengo, Kota Serang pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Program Serang Mengaji untuk menumbuhkan budaya membaca Al Quran di masyarakat Kota Serang terutama pada anak-anak.

Bacaan Lainnya

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, program Serang Mengaji untuk membangkitkan kembali semangat umat muslim mempelajari nilai-nilai agama dan meningkatkan minat mengaji, terutama pada anak-anak generasi muda.

BACA JUGA:Santri Mengaji Kitab

“Ya kan kita bisa melihat bahwa semakin tahun semakin berkembang. Intinya semakin menuju ke akhir zaman. Tentunya Pemerintah Kota Serang harus banyak mengedukasi, memberikan bagaimana pemahaman terkait agama, Al-Quran, karena bagaimanapun nanti ke depan in syaa Allah Kota Serang ini menjadi ibukota legalitasnya jelas jangan sampai meninggalkan kearifan lokal yaitu 1.000 kiai 1 juta santri,” ujar Budi, kepada Bantenraya.com.

Ia mengajak kepada seluruh organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Kota Serang mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kemenag, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Ats Tsauroh, begitu pula para camat, dan para lurah se Kota Serang, diminta ikut mensosialisasikan ke seluruh masyarakat yang ada di Kota Serang.

“Ini agar masyarakat paham agar program Serang Mengaji berjalan dengan baik dan sukses,” ucap dia.

Budi juga meminta program Serang Mengaji agar tidak hanya dilakukan pada waktu ba’da Maghrib saja, melainkan sebelum para siswa-siswi memulai aktivitas kegiatan belajar di sekolah.

BACA JUGA:Lima Santri Tersangka Pembakaran Kandang Ayam Tak Ditahan

“Saya minta sebelum memulai pelajaran sekolah, anak-anak kita dari SD SMP wajib mengaji dulu minimal 10 menit atau 15 menit, agar menjadi kebiasaan mereka memahami Al Qur’an. Kedua membiasakan membaca Al Qur’an dari sejak kecil,” jelasnya.

Ia juga berkeinginan program Serang Mengaji bisa menyasar ke organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang.

“Iya nanti saya contohin. Saya ngaji. Ikut ngaji saya. Nanti ngaji di OPD juga. Sebelum mulai kita ngaji dulu. Kita lagi aturin polanya. Sekarang sosialisasi dulu kepada camat, lurah dan ormas Islam,” tandas Budi.

Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Serang KH. Fathullah Al Wasi mengatakan, pihaknya telah merumuskan program Serang Mengaji dan akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga ormas Islam lain di Kota Serang untuk mensukseskan program Serang Mengaji.

BACA JUGA:Baznas Latih 112 Santri Jadi Barista

“Ya ketika bapak pimpinan kita Pak Walikota mempercayakan kami, maka kami harus lebih bertanggungjawab, dan harus lebih benar-benar mengemban amanah ini, agar bisa benar-benar dirasakan oleh warga Kota Serang,” ujar Fathullah Al Wasi, kepada Bantenraya.com.

Ia menjelaskan, julukan Kota Serang sebagai Kota 1.000 Ulama Sejuta Santri bukan hanya sebagai tagline semata, namun pihaknya berkomitmen untuk menghapus buta aksara baca Al Quran di Kota Serang.

“Kita ingin Insyaa Allah direalisasikan untuk menghapus habis buta aksara buta baca Al-Qur’an,” jelas dia. (Harir)***

Pos terkait