Deflasi di Cina Ternyata Akan Berdampak Terhadap Ekonomi Indonesia

deflasi di cina
Deflasi di Cina akan berdampak ke kemajuan ekonomi Indonesia. (Foto: pexels.com/Pixabay)

BANTENRAYA.CO.ID – Dalam lebih dari 2 tahun terakhir, deflasi di Cina semakin tampak jelas.

Menurut Biro Statistik Nasional Cina, fenomena deflasi di Cina tercatat sebesar 0,3% pada Juli 2023 dibanding pada tahun sebelumnya.

Dan deflasi di Cina tentunya akan berdampak juga terhadap perekonomian di Indonesia.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Gerilya Makin Gila, Fahmi Hakim Targetkan 100 Ribu Suara Pribadi

Informasi berikut dilansir bantenraya.co.id dari salah satu video yang diunggah dari akun TikTok @bloombergtechnoz.

Sebagai tambahan informasi, deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa di sebuah negara.

Terdengarnya deflasi tampak menguntungkan karena turunnya harga barang dan jasa.

BACA JUGA: Alhamdulillah, 425 Pegawai Pemkab Pandeglang Diangkat Jadi PNS

Tapi deflasi juga dapat merugikan aktifitas jual beli.

Di Cina, deflasi tidak hanya terjadi pada konsumen, tapi juga pada produsen yang turun sampai 4,4%.

Dalam hal ini yang akan lebih dirugikan oleh deflasi adalah produsen atau penyedia jasa.

BACA JUGA: Kejuaraan Pencak Silat Tradisional Merdeka, 59 Pesilat Perebutkan 3 Kategori Perlombaan

Hal tersebut dikarenakan total keuntungan yang didapat tidak akan mampu menutup biaya produksi atau biaya operasional.

Dampak dari deflasi yang makin parah akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dampak ke Ekonomi Indonesia

Deflasi di ekonomi Cina tentunya akan berdampak juga ke Indonesia.

BACA JUGA: ABK Intan Berlian Meminta Tolong Karena Kapal Tenggelam, Jawaban Komandan Buat Geget Warganet

Terlebih lagi Cina adalah mitra dagang nomor 1 Indonesia.

Lemahnya permintaan Cina membuat ekspor Indonesia terpukul.

Pada semester I 2023, nilai ekspor Indonesia turun 8,86%.

BACA JUGA: 4 Kelebihan Kuliah Kelas Karyawan, Disertai Alasan Mengapa Kamu Harus Kerja Dulu Sebelum Kuliah

Sementara nilai impor Indonesia pada semester I 2023 juga ikut turun sebesar 6,24%.

Hal tersebut tertunya akan berdampak pada prospek ekonomi Indonesia.

Dan dampaknya adalah pertumbuhan ekonomi 2023 di Indonesia tidak akan setinggi tahun lalu.

BACA JUGA: 72 Anak Putus Sekolah di Kota Serang Jadi Korban Bully

Tahun lalu ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,31%, tapi tahun ini diperkirakan hanya tumbuh sebesar 4,9%.

Tapi prediksi tersebut bisa saja berubah jika ekonomi Indonesia terus meningkat sampai akhir tahun.

Tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,17% di semester I 2023 dibanding dengan tahun lalu.

Dan sari segi wilayahnya, pulau Jawa tercatat yang paling banyak memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tersebut.***

Pos terkait