Demo Berujung Ricuh di Kota Serang Bikin Gerai Bisnis Lesu

WhatsApp Image 2025 09 02 at 13.54.31
Sejumlah gerai bisnis di sepanjang jalan Ahmad Yani, Kota Serang tempat terjadinya aksi demonstrasi beberapa waktu lalu terpantau sudah kembali menjalankan aktivitas bisnis, Selasa 2 September 2025. (Raden/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Aksi demonstrasi yang terjadi terus-menerus dalam beberapa hari terakhir, berdampak terhadap trafik serta tingkat penjualan gerai bisnis di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang.

Berdasarkan pantauan Bantenraya.com terhadap sejumlah gerai, para pekerja yang berada di lokasi tersebut mengaku alami penurunan tingkat kunjungan dan penjualan hingga 30 persen, hal ini mulai dirasakan sejak hari Sabtu 30 Agustus 2025 lalu.

Staf Erafone Ahmad Yani Kota Serang Septi mengatakan, tingkat penjualan kini mulai mengalami perbaikan meski belum seramai kondisi paska demo beberapa waktu kemarin.

Bacaan Lainnya

“Hari Sabtu penjualan kita turun sampai 30 persen, biasanya bisa close oreder di 15 sampai 20 unit handphone turun jadi 10 unit. Konsumen banyak yang pindah ke cabang lain karena dirasa lebih aman,” ujar Septi kepada Bantenraya.com, Selasa 2 September 2025.

BACA JUGA: Jakarta Tanggung Kerugian Rp51 Miliar Buntut Demo Anarkis

Usai terjadi demonstrasi, pihaknya kini banyak melakukan berbagai persiapan seperti membuat skema both yang mudah dipindahkan.

“Untuk antisipasi terjadi lagi demo, kami membuat display HP ini mudah untuk diamankan, karena pada saat kejadian para pendemo berusaha masuk, khawatir ada alat elektronik yang hilang juga,” terangnya.

Kejadian tersebut juga memberikan rasa waspada kepada pekerja, serta menghambat aktivitas bisnis yang seharusnya dapat dioptimalkan.

“Sempat terjebak juga soalnya di dalam, bareng sama konsumen, enggak bisa jualan dengan optimal lagi, namun beberapa hari ini penjualan terpantau mulai agak membaik,” tuturnya.

BACA JUGA: Batal Demo, Guru Swasta di Kabupaten Serang Minta Tambahan Insentif

Hal senada disampaikan oleh Manajer AW Transmart Serang Yuyun, berlokasi strategis tepat dibelakang pos polisi yang dibakar membuat operasional para gerai terganggu untuk beberapa saat.

“Pasokan logistik kami usahan tetap berjalan, meskipun ada sedikit penyesuaian jam operasional mulai pukul 11 siang sampai jam 8 malam,” jelasnya.

Pihaknya berharap, berbagai aksi yang dilakukan tersebut kedepan dapat berjalan dengan damai tanpa merusak fasilitas, sehingga membuat pengguna gerai usaha dan pengunjung bisa melakukan recovery lebih cepat.

“Setelah itu, kita sudah bisa menerima pesanan dari ojek online lagi, meski belum seramai sebelumnya,” kata Yuyun.(raden)***

Pos terkait