BANTENRAYA.CO.ID – Dihadapan 5 ketua umum partai politik atau Ketum Parpol, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengaku pusing mengurus bola.
Presiden Jokowi mengaku pusing mengurus bola dihadapan 5 Ketum parpol yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PPP Mardiono, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
Presiden Jokowi mengatakan pusing mengurus bola lantaran sudah bekerja keras selama 3 tahun sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA Usia atau U 20, namun harus ambyar dan kandas sekarang.
Menurut Jokowi, tidak mudah untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20 yang bersaing dengan puluhan negara.
Dimana, setelah tinggal 3 negara, Indonesia akhirnya dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 pada Mei mendatang.
Padahal, Indonesia sebagai tuan rumah sudah terus melakukan perbaikan infrastruktur yang diharapkan FIFA untuk pertandingan Piala Dunia U 20.
Dikutip BantenRaya.Co.Id dari Youtube PAN TV pada Minggu 2 April 2023, Jokowi mengungkapkan dirinya merasa pusing karena Indonesia pada akhirnya gagal sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20.
Padahal untuk bisa ditunjuk sebagai tuan rumah, lobi harus dilakukan, sehingga dari puluhan negara bisa terpilih pada akhirnya sebagai tuan rumah.
“Tapoi urusan bola ini, pusing saya dua minggu ini urusan bola, karena apapun itu sudah sangat sulit untuk bisa menjadi tuan rumah. Itu yang mengajukan bukan satu dua tiga puluhan negara mengajukan,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam acara Safari Ramadhan di Sekretariat PAN.
“Dan kita juga ikut mengajukan lobi sana, lobi sini. Menyampaikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas kita akhirnya (tinggal) terakhir 3 negara dan kita dipilih,” ucap Jokowi.
BACA JUGA: Tentara Israel Tembakkan Gas Air Mata saat Pertandingan Final Piala Liga Palestina
Selama 3 tahun , ujar Jokowi, semua perbaikan lapangan dan kesiapan tuan rumah terus dilakukan pengecekan, sehingga jika masih ada kekurangan harus diperbaiki sesuai standar dari FIFA.
“Kita menyiapkan 3 tahun, lapangan dicek lalu diperbaiki. Cek lagi perbaiki lagi, tidak semudah itu,” ujarnya.
Disisi lain, jelas Jokowi, Pemerintah juga sudah memberikan tanda tangan garansi sebagai tuan rumah atau Country House Garante, serta kota yang menjadi lokasi pertandingan juga sudah menandatangani City House Komitmen.
“Saat kita menandatangani Country House Garante disana sudah tercantum semuanya apa yang harus dikomitmenkan dan ditandatangani. Kemudian provinsi dan kota yang ditunjuk itu juga tadtangan juga city house komitmen,” ucapnya.
Kendati kecewa dan pusing, Jokowi mengatakan, semuanya sudah menjadi kehendak Allah, sehingga apa yang sudah terjadi tinggal dipetik pelajarannya untuk masa yang akan datang.
BACA JUGA: Mahasiswa Banten Tolak 3 Periode Jokowi
“Tapi yah memang semua sudah menjadi kehendak Allah, Kita terima sebagai pembelajaran kedepan tidak boleh terjadi lagi. Itu saja yang kita bisa ambil dari ususan bola, tapi aduh pusing-pusing betul ngurus bola, pusing,” pungkasnya. ***




