BANTENRAYA.CO.ID – Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, turut menyikapi perihal rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang berencana meminjam uang ke bank, untuk membangun ulang Pasar Induk Rau (PIR).
Sekadar informasi, pembangunan ulang Pasar Induk Rau diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.
Muji Rohman mengatakan, rencana peminjaman uang ke bank masih bersifat rencana, dan pihaknya telah menerima surat permohonan persetujuan dari Walikota Serang mengenai peminjaman dana ke bank.
“Memang Pak Walikota sudah mengirimkan surat pada waktu kami pembahasan RPJMD, karena harus masuk ke RPJMD rencana pinjaman di bank tersebut,” ujar Muji kepada wartawan, Minggu (17 Agustus 2025).
Lahan Penertiban Eks PKL Luar Pasar Rau Terlihat Lebar
Ia menjelaskan, secara mekanisme apabila surat tersebut sudah disampaikan ke legislatif dan masuk ke RPJMD Kota Serang, maka akan dilakukan evaluasi oleh gubernur.
“Setelah itu, Pak Walikota akan mengirim surat ke kami untuk meminta persetujuan mengenai pinjaman tersebut,” jelas dia.
Muji menuturkan, surat persetujuan mengenai peminjaman tersebut akan didisposisikan ke Komisi 3.
“Pimpinan DPRD akan mendisposisikan ke Komisi 3, dalam bidangnya keuangan untuk pembahasan tersebut,” tuturnya.
MAN 1 Serang Biasakan Siswa Kelola Sampah Hingga Berbuah Prestasi
Setelah dikaji oleh Komisi 3, pihaknya akan memanggil Bappeda, BPKAD, hingga Biro Hukum untuk dilakukan pembahasan.
“Kalau sudah selesai baru diserahkan ke kami lagi dan kami akan agendakan untuk paripurna,” kata Muji.
Hingga saat ini, kata Muji, Pemkot Serang belum melibatkan DPRD, perihal rencana peminjaman dana ke bank untuk membangun Pasar Induk Rau.
Sebelum terlambat, pihaknya ingin memberikan alternatif lain kepada Pemkot Serang agar rencana tersebut tidak dilakukan.
“Kami sih meminta kepada Pak Walikota untuk BOT (Build, Operate, Transfer). Artinya, kerja sama dengan pihak ketiga supaya (Pasar Rau) itu dibangun, dan kemudian adapun pembagiannya silakan diatur sesuai peraturan perundang-undangan,” saran dia.
Muji menerangkan, BOT adalah penggunaan tanah/lahan oleh pihak lain sebagai penanam modal dengan cara mendirikan bangunan dan sarana beserta fasilitasnya.
Jika rencana pinjaman dana ke bank tetap dilakukan, ia berharap hal itu tidak membebani anggaran Pemkot Serang.
“Saya sudah minta Pak Walikota, karena memang aturannya juga tidak dibolehkan, jadi jangan sampai melebihi dari pada melebihi periode beliau (Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia),” jelasnya.
Seleksi Bibit FLS3N, SD Kedaleman IV Gelar Event Mencari Bakat
Muji mengatakan, jika dana pinjaman ini disetujui oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka harus digunakan untuk hal-hal yang menunjang.
“Artinya perputaran ekonomi pasar oke lah. Tapi kalau untuk infrastruktur jalan dan segala macam lebih baik jangan,” terang Muji.
Menurut dia, DPRD menilai jika kebijakan pembangunan ulang Pasar Induk Rau merupakan hal urgent yang harus dikerjakan, mengingat bangunan fisik pasar tersebut sudah tidak layak.
“Kalau melihat dari umur urgent banget, karena dibangun kalau gak salah 2004 zaman Presidennya Ibu Megawati.
Lahan Penertiban Eks PKL Luar Pasar Rau Terlihat Lebar
Ini sudah hampir 21 tahun. Artinya memang umur dari bahan bangunannya seperti beton dan besi itu harus direvitalisasi,” tandas dia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana mengajukan pinjaman dana atau hutang ke bank untuk membangun ulang Pasar Induk Rau (PIR) pada 2026.
Peminjaman uang diperkirakan sebesar Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar dari salah satu bank daerah, yakni Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB).
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, rencana meminjam uang ke bank untuk pembangunan Pasar Induk Rau ini sesuai arahan dari Kejaksaan dan Pemerintah Pusat.
Peringatan HUT RI ke 80 di Kanal Surosowan Kota Serang
Kondisi Pasar Induk Rau yang saat ini terlihat kumuh akan dibongkar total dan dilakukan pembangunan di tahun 2026.
“Kalau pinjam di bank bunganya lebih murah,” ujar Budi.
Ia menuturkan, pembangunan Pasar Induk Rau akan dimulai dari nol, bahkan tindakan tersebut sejalan dengan keinginan para pedagang dan masyarakat.
Budi menegaskan, tidak ingin merenovasi bangunan saja, karena kondisi saat ini bangunan Pasar Induk Rau mengkhawatirkan terhadap keselamatan banyak orang.
“Saya tidak mau bangunan lama, takutnya bahaya. Saya ingin dari nol dibangun sesuai dengan konsep,” jelas dia.
MAN 1 Serang Biasakan Siswa Kelola Sampah Hingga Berbuah Prestasi
Budi menyampaikan bahwa konsep pasar yang diidamkan adalah pasar yang dikelola oleh pemerintah dengan ditata rapih.
“Penjual ayam tidak boleh lagi menyabuti ayam di tempat jualannya, harus dibawa ke pasar dalam kondisi sudah bersih.
Kemudian penjual bawang juga bawangnya sudah bersih jualannya. Konsepnya nanti bersih banget,” jelas dia.
Ia memperkirakan proyek pembangunan ulang Pasar Induk Rau akan selesai sesuai waktu yang ditentukan.
Jembatan Spelwijk Kota Serang Ditarget Awal Tahun 2026 Rampung
“Saya empat tahun lagi (menjabat), kalau tidak tahun depan mau kapan lagi selesainya. Ketika itu diambil alih oleh pemerintah seperti bisnis, nanti yang bayar penyewanya.
Nanti buat Perda terkait retribusinya, nanti juga bunganya yang bayar pedagang juga. Ini real, tidak ada pungli,” terangnya.
Budi juga mengaku proyek pembangunan ini bukan semata-mata keinginannya, melainkan dari aspirasi pada saat dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang.
“Keinginan membangun ini bukan hanya saya, tapi mereka yang ingin membangun, dari mereka sendiri yang semangat. Komplainnya ke saya waktu jadi Ketua DPRD sampai jadi Walikota, mereka pedagang komplainnya ingin dibangun,” tandas Budi. (harir)





