BANTENRAYA.CO.ID – Peningkatan pergerakan jumlah wisatawan dan kelancaran arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah di Provinsi Banten menjadi pendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Terlebih pada triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Banten mencatatkan capaian sebesar 5,64 persen berada di atas rata-rata nasional.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, momentum Lebaran menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurut Andra, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
BACA JUGA : Layanan Digaliitsasi Pajak Rendah Peminat
“Ketika akses jalan semakin baik, pendidikan semakin terjangkau, dan masyarakat sehat, maka produktivitas meningkat dan ekonomi akan tumbuh secara inklusif,” katanya, Rabu (25 Maret 2025).
Andra menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Wilayah Provinsi Banten menjadi salah satu titik perhatian karena terdapat Pelabuhan Penyeberangan Merak, Bandara Soekarno Hatta, dan memiliki stasiun Kereta Api, jalan tol dan jalur arteri yang digunakan pemudik menuju kampung halaman.
Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun kelancaran arus mudik selama periode Angkutan Lebaran.
BACA JUGA : Penentuan Lebaran 2026: Ini Jadwal Sidang Isbat dan Link Live Streaming
“Pada jasa transportasi di Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan BBJ Bojonegara hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan sentral arus mudik nasional yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal serupa juga terjadi pada sektor wisata yang menunjukan peningkatan aktivitas ekonomi di sektor UMKM, kuliner, jasa transportasi masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Banten,” jelas Andra.
Andra menambahkan, dengan sinergi kebijakan yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penguatan daya beli,
pembangunan infrastruktur desa, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan hingga kamtibmas yang baik menjadi modal utama tumbuhnya pergerakan mobiltas ekonomi masyarakat.
BACA JUGA : Penentuan Lebaran 2026: Ini Jadwal Sidang Isbat dan Link Live Streaming
Peningkatan tren positif pada sektor ekonomi tersebut tidak lepas dari adanya kebijakan Pemerintah Pusat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah memperkuat arah kebijakan tersebut melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,
seperti program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) menjadi tulang punggung peningkatan konektivitas wilayah, khususnya di daerah pedesaan.
BACA JUGA : Sambut Hari Kemenangan, Ini 6 Amalan Sunah Idul Fitri yang Sering Terlupakan
Infrastruktur yang semakin baik memperlancar distribusi barang dan jasa, membuka akses ekonomi, serta mendorong tumbuhnya sektor pariwisata.
Selain itu, Program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta turut meringankan beban ekonomi keluarga.
Kebijakan ini tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat.
Sinergi antara kebijakan pusat dan daerah tersebut menjadi fondasi kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BACA JUGA : 247 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
Sebagai gerbang utama jalur mudik Jawa-Sumatera, kesiapan pemda dan stakeholder terkait menjadi penentu suksesnya penanganan arus mudik nasional.
Oleh karena itu, Gubernur Banten Andra Soni bersama Forkopimda selalu melakukan pemantauan perkembangan arus mudik di Pelabuhan Merak dan titik-titik lainnya.
“Alhamdulillah, dengan koordinasi yang kuat semua berjalan dengan baik,” ungkap Andra.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banten,
BACA JUGA : Budi-Agis Kompak Shalat Idul Fitri Bareng di Alun-alun Kota Serang
tercatat akumulasi total produksi penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera sejak H-10 hingga H+2 mencapai 1.052.992 orang dan total kendaraan yang menyeberang mencapai 267.985 unit kendaraan telah menyeberang dari pulau Jawa menuju Sumatera.
Jumlah kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan 4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 257.476 unit.
Sedangkan untuk arus lalu lintas di jalan tol juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Berdasarkan data PT Astra Infra Toll Road Tangerang–Merak, total volume lalu lintas selama periode H-10 hingga H+1 mencapai 1.910.677 kendaraan,
BACA JUGA : Satu Meninggal, Satu Hilang, Dua Selamat
terdiri dari kendaraan Golongan I mendominasi dengan jumlah 1.610.571 unit, disusul Golongan II sebanyak 171.537 unit, Golongan III 75.540 unit, Golongan IV 27.933 unit, dan Golongan V sebanyak 25.096 unit.
Data tersebut menunjukkan pola pergerakan yang dinamis, di mana lonjakan arus mudik terjadi menjelang Lebaran, diikuti penurunan saat Hari H, dan kembali meningkat pada periode arus balik.
Kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus menjadi indikator bergeraknya aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Banten.
Selain itu, untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran, Pemprov Banten bersama Jasa Raharja juga melaksanakan program mudik gratis sebanyak 22 armada bus dengan beberapa rute tujuan kota-kota besar seperti Palembang, Banyumas, Solo, Yogyakarta dan Tasikmalaya serta kota lainnya dengan total 990 peserta mudik gratis.
BACA JUGA : Penentuan Lebaran 2026: Ini Jadwal Sidang Isbat dan Link Live Streaming
Sinergitas yang kuat antar seluruh Forkopimda menjadi kunci suksesnya pelaksanaan arus mudik dan kunjungan wisatawan ke Banten pada momen lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kunjungan wisatawan, pada periode 22 sampai 24 Maret 2026 ke Provinsi Banten mencapai 423.445 orang.
Di Pantai Anyer-Cinangka Kabupaten Serang mencapai 36.571 orang atau meningkat 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang yang mencapai 35.276 kunjungan wisatawan atau naik sebesar 282 persen dibanding tahun sebelumnya.
BACA JUGA : Penentuan Lebaran 2026: Ini Jadwal Sidang Isbat dan Link Live Streaming
Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Lebak yang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 36 persen dengan total kunjungan sebanyak 12.266 wisatawan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, tingginya kunjungan itu menunjukkan Banten menjadi daerah yang aman dan nyaman untuk berwisata.
Apalagi sinergitas bersama TNI dan Polri terus diperkuat dalam rangka memperlancar arus mobilitas wisatawan di tengah antusiasme masyarakat untuk berwisata yang begitu tinggi.
“Momentum Lebaran ini menjadi pengungkit ekonomi yang sangat kuat. Peningkatan pemudik dan kunjungan wisata berdampak langsung pada sektor UMKM, transportasi, dan pariwisata di Banten,” katanya.
BACA JUGA : Migo Land Cafe, Tempat Santai Keluarga dengan Konsep Alam Terbuka
Gubernur juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung kelancaran arus mudik dan kunjungan wisata ke Provinsi Banten pada Idulfitri 1447 Hijriyah.
Kita harap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus dijaga dengan baik untuk kemajuan Provinsi Banten.
“Terima kasih kepada TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota, stakeholder terkait serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mendukung kelancaran selama arus mudik dan aktivitas wisata di Banten,” ujar Andra.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menambahkan, dalam rangka pengamanan arus mudik lebaran, pihaknya mengerahkan sebanyak 1.142 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, Basarnas, hingga pramuka dan masyarakat.
Selain itu, terdapat 446 personel khusus yang disiagakan untuk patroli wisata dengan fokus pada pencegahan kecelakaan laut, antisipasi wisatawan tenggelam, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga memperkuat pengamanan di kawasan wisata.
Personel kami siagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Dengan sinergi kebijakan yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Banten optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, seiring komitmen membangun infrastruktur dari desa, memperkuat sumber daya manusia serta penataan destinasi wisata yang aman dan nyaman sehingga menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata serta berkelanjutan. (*/rahmat)







