BANTENRAYA.CO.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda atau PW GP Ansor Provinsi Banten menginisiasi Gerakan Jaga Bangsa yang dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Banten sejak Sabtu, 30 Agustus 2025 hingga Selasa, 2 September 2025.
Gerakan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi nasional yang belakangan diwarnai gelombang aksi unjuk rasa dan potensi tindakan anarkis.
Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk istigasah atau doa bersama lintas agama, santunan anak yatim, serta ajakan untuk menjaga persatuan dan keteduhan bangsa.
Ketua PW GP Ansor Banten, Tb Adam Ma’rifat, menegaskan pentingnya menghadirkan ketenangan di tengah gejolak sosial.
BACA JUGA:PW Ansor Banten Minta Pengasuh Pesantren Beri Pendidikan Demokrasi dan Nasionalisme ke Santri
“Doa bersama untuk bangsa ini dilakukan secara serentak se-Provinsi Banten dalam menjaga persatuan dan keselamatan bangsa,” ujarnya pada Selasa, 2 September 2025.
Adam juga menekankan bahwa kemarahan bukanlah solusi atas situasi saat ini.
“Tidak ada maslahat dari kemarahan. Justru kesabaran dan kebersamaan menjadi kekuatan terbesar bangsa ini,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
BACA JUGA: Istighosah Akbar GP Ansor Pandeglang: Melangitkan Doa untuk Keselamatan Bangsa
“Kami ingin Ansor dan Banser hadir bukan sebagai pemicu konflik, tetapi sebagai perekat bangsa di tengah situasi sekarang ini,” katanya.
“Kami mendukung penyampaian aspirasi secara damai, tertib, dan bermartabat. Suara rakyat harus didengar, namun jangan sampai dicederai dengan perilaku anarkis,” tambahnya.
Adam juga berharap pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam melakukan pengamanan.
Ia meminta pemerintah daerah ikut aktif menciptakan suasana yang kondusif.
BACA JUGA: Istighotsah GP Ansor Karang Tengah, Doakan Keselamatan Bangsa di Peringatan Maulid Nabi
Senada dengan itu, Ketua PC GP Ansor Pandeglang, Ahmad Sahal Mahfudz, menegaskan bahwa bangsa tidak boleh kehilangan kendali karena gejolak sesaat.
Ia mengingatkan agar kader Ansor dan Banser tetap menjadi penyejuk dalam panasnya dinamika sosial.
“Ketika dinamika sosial dan politik menguat, doa dan keteduhan adalah jalan terbaik. Kami ingin Ansor dan Banser hadir bukan sebagai pemicu konflik, tetapi sebagai perekat bangsa,” ujarnya.
GP Ansor Pandeglang sendiri menggelar Istigasah Akbar di Pondok Pesantren Kananga, Menes, dengan tema ‘Melangitkan Doa untuk Keselamatan Indonesia: Jaga Aspirasi, Jaga Indonesia’ pada 31 Agustus 2025.
Sementara itu, GP Ansor Tangerang Selatan juga menggelar kegiatan serupa yang dipusatkan di Kantor Ansor Centre Tangsel.
Ketua PC GP Ansor Tangsel, Imam Fitra Ramadhan, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata ikhtiar moral dan spiritual untuk keselamatan bangsa.
“Ansor tidak ingin hanya bicara soal retorika, tapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, menyapa, dan membersamai mereka,” katanya.
Gerakan ini menjadi simbol komitmen GP Ansor dalam menjaga stabilitas dan persatuan di tengah dinamika kebangsaan yang sedang terjadi. (tohir)***







