BANTENRAYA.CO.ID – Jalan berlubang masih banyak ditemukan di jalur utama pemudik mulai Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, hingga Kecamatan Pulomerak dan Ciwandan, Kota Cilegon.
Kondisi jalan berlubang tersebut dinilai sangat mengancam keselamatan pemudik karena belum ada perbaikan oleh pihak terkait, walaupun waktu mudik tinggal menghitung hari.
Pantauan wartawan Banten Raya, Minggu (1 Maret 2026), di jalan arteri dari Cikande sampai Kramatwatu banyak lubang yang sangat beresiko menyebabkan kecelakaan.
Bahkan pengendara motor terlihat hampir terjatuh saat tidak sempat menghindari jalan berlubang tersebut.
BACA JUGA : Tukang Ojek Gugat Pemprov Rp100 Miliar
Koordinator Aksi Kramatwatu Melawan Agung Permana mengatakan, di Jalan Raya Kramatwatu terdapat beberapa titik jalan yang harus dilakukan penanganan, seperti di Serdang, lampu merah Jalan Lingkar Selatan (JLS), Pelamunan dan beberapa titik lainnya.
“Ada jalan berlubang, kemudian tanah berceceran ditambah lagi permasalahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Bagaimana pun juga keselamatan pemudik khususnya jalur Kramatwatu itu harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalur Kramatwatu menjadi salah satu jalur pemudik pemotor menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Ciwandan untuk menyebrang ke Pulau Sumatera, sehingga adanya jalan berlubang dinilai sangat mengancam keselamatan pemudik.
BACA JUGA : SK RT dan RW Bisa Digadai ke BPRS CM
“Jadi memang keselamatan perlu ditingkatkan, jangan sampai ada hal-hal yang memang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya (kecelakaan) terjadi kembali di tahun sekarang. Kerena jalur itu rawan kecelakaan,” katanya.
Agung menuturkan, jalan berlubang dan ceceran tanah yang disebabkan truk tambang sangat membahayakan penggunaan jalan saat momen mudik lebaran karena jumlah kendaraan meningkat padat.
“Di depan gerbang perumahan BMW itu ada ceceran tanah dari truk tambang. Artinya baik truk tambang atau jalan-jalan berlubang ini sangat mengancam pemudik, maka saat momen mudik operasional truk tambang harus dihentikan sementara,” jelasnya.
Terpisah, Warga Kecamatan Kragilan Firman mengatakan, terdapat satu titik jalan yang sangat rusak sehingga mengancam keselamatan pemudik.
“Yang paling parah itu di Jembatan Sentul, banyak jalan berlubang yang belum diperbaiki. Bahkan di lokasi itu sering terjadi kemacetan parah sehingga harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Jalur tersebut sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas dan menjadi jalur utama yang akan dilintasi pemudik dari Pulau Jawa yang menuju Pulau Sumatera.
“Untuk memperlancar pemudik seharusnya dibenahi dari sekarang, karena di sini sering terjadi kecelakaan bahkan bisa berpotensi merenggut nyawa seseorang,” ujar pria yang bekerja sebagai tukang ojek pengkolan itu.
Terpisah, sejumlah lubang menghiasi jalur mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Jalan Arteri Serang-Jakarta, Kota Serang. Lubang-lubang menganga bervariatif diameternya mulai kecil hingga selebar ban motor.
BACA JUGA : 4.343 Warga Kota Serang TBC
Sejumlah lubang itu terlihat di titik jembatan depan gerbang Perumahan Persada Banten, Kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, di simpang tiga lampu merah Parung,
Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, di putaran arah Pakupatan, dan di Kemang depan Me Gacoan serta gerbang Perumahan Kota Serang Baru (KSB).
Selain lubang, permukaan Jalan Arteri Serang-Jakarta juga bergelombang dan retak-retak.
Kondisi ini terpantau di Pasar Kalodran dan depan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Lubang-lubang berdiameter kecil juga juga terlihat di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani.
BACA JUGA : Giro Surplus bank bjb, Solusi Cerdas Atur Dana Usaha Lebih Produktif
Selain kondisi permukaan jalan yang berlubang, penerangan jalan umum (PJU) juga masih minim baik di jalur arteri maupun Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, sehingga khusus para pemudik yang menggunakan roda dua harus ekstra waspada.
Salah seorang pengendara sepeda motor Arsyad mengaku pihaknya khawatir karena kondisi Jalan Arteri Serang-Jakarta mulai dihiasi lubang dan bergelombang.
“Iya khawatir lah apalagi saya tiap hari pulang pergi dari Serang-Cikande,” ujar Arsyad.
Ia menyebutkan, titik-titik kerusakan terjadi di Parung, Pasar Kalodran dan arah Ciruas.
“Itu jalannya bergelombang terus di depan Persada Banten itu ada lubang sama kalau malam penerangannya kurang, cuma sebelah doang, jadi agak gelap sebelahnya,” beber buruh asal Cikande, Kabupaten Serang, ini.
Keluhan serupa dikatakan tukang ojek Parung, Saprudin. Ia mengatakan, secara keseluruhan permukaan jalan terlihat masih mulus, hanya saja ada beberapa lubang yang mulai nampak menghiasi jalan Arteri dan Jalan Syekh Nawawi Al Bantani.
“Itu (lubang) di tengah pertigaan lampu merah. Sama di jalan Syekh Nawawi Al Bantani arah Polda itu ada beberapa lubang di tengah jalan. Bahaya kalau malam buat pengendara motor kurang jelas,” katanya.
Ia dan Arsyad berharap kerusakan Jalan Arteri Serang-Jakarta maupun Jalan Syech Nawawi Al Bantani baik ringan maupun berat segera diperbaiki, agar para pemudik bisa tenang dan selamat.
BACA JUGA : SK RT dan RW Bisa Digadai ke BPRS CM
“Kemarin sih sudah tinjau sama orang dinas. Ya mudah-mudahan aja cepet diperbaiki supaya nggak bahaya buat pengendara motor,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi perbaikan jalan yang menjadi jalur mudik ini dinilai asal-asalan. Dimana, perbaikan dalam bentuk tambal sulam aspal tersebut masih bergelomban dan menggunduk.
Ada tiga jalur yang akan menjadi akses mudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera via kapal laut. Tiga jalur tersebut yakni Jalan Raya Merak-Cilegon, Jalan Raya Anyer-Cilegon, dan Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Jalan Raya Merak-Cilegon akan menjadi jalan kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan BBJ Bojonegara, sedangkan Jalan Raya Anyer Cilegon dan JLS akan menjadi akses pemudik menuju Pelabuhan Ciwandan dan Krakatau Bandar Samudera (KBS).
BACA JUGA : Bayar Pajak Gratis Takjil dan Doorprize
Pantau Banten Raya terhadap Jalan Raya Merak-Cilegon sepanjang 18 kilometer nampak sudah diperbaiki dengan sistem tambal sulam aspal.
Penambalan sendiri sudah dilakukan pada pekan sebelumnya terhadap kondisi jalan yang berlubang dan juga perlintasan kereta api.
Namun, kondisi tambalan aspal sendiri terlihat asal-asalan.
Hal itu, karena bekas tambalan sangat menggunduk dan juga bergelombang, sehingga itu masih sangat rawan kecelakaan bagi pemudik, terutama kendaraan roda dua.
BACA JUGA : Deni Rusli, Berselancar di Akademis Jadi Dosen Universitas Primagraha
Untuk Jalan Raya Anyer-Cilegon sepanjang kurang lebih 15 kilometer terlihat juga sudah dilakukan perbaikan dengan penambalan. Kondisi penambalan sendiri lebih rapi dan baik dibandingkan Jalan Raya Merak.
Namun, karena kondisi jalan sudah betonisasi, maka masih ada tersisa beberapa lubang.
Untuk kondisi Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga kondisinya cukup rawan karena banyak bekas pasir tambang yang berserakan di jalan. Hal itu akan sangat membahayakan para pemudik.
Tiga akses tersebut tentu saja secara kondisi jalan masih mengkhawatirkan bagi pemudik. Terlebih saat malam hari yang kondisinya masih gelar karena minim penerangan.
BACA JUGA : Kasus Tukang Ojek Tewaskan Penumpang Berakhir Damai
Salah satu warga pemilik warung di Jalan Raya Merak Subhi menyatakan, proses pengaspalan dilakukan para pekan lalu.
Dimana, kondisi jalan yang diaspal malah menggunduk. “Yah pekan lalu pengaspalannya. Itu bisa dilihat hasilnya bergelombang dan menggunduk,” katanya.
Subhi menyampaikan, kondisi tersebut tentu saja membahayakan para pengendara. Terutama yang melintas pada saat malam hari dengan penerangan yang minim.
“Bahaya apalagi kalau melintas malam hari. Jalan Merak ini kan menjadi jalan yang dilintasi pemudik, terutama saat atur balik buat motor,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna menyatakan, untuk jalan nasional baik Jalan Raya Anyer-Cilegon dan Jalan Raya Merak-Cilegon bukan menjadi kewenangan pihaknya melakukan perbaikan,
sehingga dengan kondisi tidak layak kualitasnya karena masih bergelombang dan menggunduk bukan menjadi kewenangannya.
“Untuk jalan nasional Ciwandan dan Merak itu jalan nasional. Tidak ada yang dihitung PU dan itu dikoordinasikan pusat, itu yang menjalankan pusat semua.
Bukan kewenangan PU itu jalan nasional” katanya saat dikonfirmasi kualitas penambalan jalan nasional.
BACA JUGA : Ruang Isolasi RSUD Kota Serang Dipenuhi Pasien TBC
Dendi menegaskan, pihaknya hanya sekarang melakukan pemantauan terhadap kondisi JLS yang juga menjadi akses mudik.
Dimana, perbaikan yang dilakukan dengan gelontoran dana pusat Rp33 miliar ditargetkan selesai pada H-10 mudik.
“Yah ini jelang arus mudik H-10, jadi masih dalam proses pembangunan, kalua sekarang itu hampir 50 sampai 60 persen. Tapi nanti sebelum lebaran akan selesai,” ujarnya.
Dendi menyampaikan, mengklaim kondisi JLS sendiri masih mulus yang mengarah dari PCI menuju Ciwandan atau Pelabuhan Ciwandan. “Kalau kondisi sebelah kiri masih bisa dilalui dan masih aman,” katanya. (andika/harir/uri)







