BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan seluruh jalur mudik di Provinsi Banten dalam kondisi mantap paling lambat H-10 Lebaran 2026.
Target tersebut tidak hanya mencakup jalan kewenangan provinsi, tetapi juga hasil koordinasi dengan pemerintah pusat untuk ruas nasional dan pengelola jalan tol.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, percepatan dilakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun berwisata saat libur Idul Fitri.
“Targetnya H-10 sudah selesai. Mudah-mudahan hujan segera berhenti karena memperbaiki jalan di musim hujan hasilnya kurang maksimal,” ujar Andra, Minggu (1 Maret 2026).
BACA JUGA : Tukang Ojek Gugat Pemprov Rp100 Miliar
Ia menekankan, meski tidak semua ruas menjadi kewenangan provinsi, akan tetapi proses koordinasi dan komunikasi tetap dilakukan agar penanganan jalan bisa berjalan serentak.
“Untuk jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, sejak kemarin kami terus berkoordinasi. Walaupun bukan kewenangan kita, tapi tetap diperhatikan supaya bisa dikoordinasikan.
Termasuk juga dengan jalan tol, itu kan tidak bisa dilakukan perbaikan sementara. Kita upayakan dan kita dorong juga agar bisa rampung di H-10,” tambahnya.
Andra menyebut laporan dari daerah juga terus dipantau, termasuk penanganan sementara di sejumlah ruas kabupaten/kota yang masih menunggu proses lelang dan kontrak pekerjaan.
BACA JUGA : Le Dian Hadirkan Bukber Berhadiah Grand Prize
“Saya sudah minta agar Pak Kadis PU, Pak Arlan itu mengomunikasikan dengan kabupaten/kota, walau itu bukan kewenangan kita, tapi diperhatikan supaya kita koordinasi dengan pihak terkait,” kata Andra.
Sementara, untuk status jalan nasional, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten (BPJN) mempercepat upaya preservasi dan peningkatan kualitas jalan pada ruas-ruas strategis yang menjadi jalur utama pemudik.
Kepala BPJN Banten Primawan Avicenna menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melaksanakan rekonstruksi badan jalan pada titik-titik yang mengalami kerusakan di ruas Serdang-Bojonegara-Merak.
Ruas tersebut, kata dia, merupakan jalur utama menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang diperuntukkan bagi kendaraan besar seperti truk tronton, trailer, dan kendaraan logistik.
BACA JUGA : Satu Tahun Kepimpinan Andra Dimyati, Masih Gamang dan Minim Terobosan
Di mana, pada musim mudik lebaran, pengalihan kendaraan besar ke jalur ini bertujuan mengurai antrean di Pelabuhan Merak dan Ciwandan, khususnya saat arus mudik dan arus balik.
“Pada ruas Serdang-Bojonegara-Merak sedang dilakukan rekonstruksi pada badan jalan yang mengalami kerusakan.
Jalur ini sangat strategis karena menjadi akses kendaraan logistik dan kendaraan besar menuju pelabuhan,” kata Primawan.
Selain rekonstruksi, Primawan juga menyampaikan jika pihaknya telah melakukan pekerjaan patching atau penutupan lubang di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang.
Penanganan dilakukan bertahap, termasuk di titik lintasan rel kereta api yang sebelumnya mengalami kerusakan permukaan.
Pekerjaan penutupan lubang juga dilaksanakan di beberapa titik di Jalan Raya Serang sebagai bagian dari pemeliharaan rutin jalan nasional.
“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, memperpanjang usia perkerasan jalan, serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan permukaan,” jelasnya.
Di wilayah Tangerang, Primawan menuturkan jika melalui PPK 1.4 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Banten juga melaksanakan Paket Preservasi Jalan Daan Mogot (Tangerang) sampai Batas Kota Tangerang-Batas Kabupaten Serang dengan panjang penanganan efektif 12,52 kilometer.
BACA JUGA : Ruang Isolasi RSUD Kota Serang Dipenuhi Pasien TBC
Ruas Daan Mogot merupakan bagian dari jalur lintas utara Pulau Jawa yang menghubungkan Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang, sekaligus menjadi penghubung Banten dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Saat ini, pekerjaan pengaspalan AC/BC sedang dilakukan di ruas Benteng Betawi (akses Terminal Poris-Plawad) sepanjang kurang lebih 2 kilometer.
Preservasi jalan ini untuk mendukung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026, terutama bagi pengendara yang keluar dari Jakarta atau menuju Pelabuhan Merak,” ujarnya.
Ia berharap target penyelesaian status jalan menjadi mantap pada H-10 lebaran dapat tercapai dan bisa dilalui oleh pemudik secara aman dan nyaman.
“Mudah-mudah jalur mudik lebaran ini bisa selesai trpat waktu dan dapat digunakan oleh masyarakat yang mudik secara aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan menyebut, terdapat enam ruas jalan provinsi yang diprioritaskan sebagai jalur alternatif pemudik dan wisatawan.
Enam ruas tersebut meliputi Taktakan-Gunung Sari, Palima-Cinangka, Mengger-Saringin, Saketi-Malingping, Citeras-Tigaraksa,
serta Ciruas-Petir-Warung Gunung. Kemudian, Ruas Palima-Cinangka dan Taktakan-Gunung Sari menjadi akses menuju kawasan wisata Anyer dan Cinangka.
BACA JUGA : Kinerja 5 Pemda di Banten Disorot BPK
Saketi-Malingping dan Mengger-Saringin mengarah ke wilayah selatan seperti Sawarna.
Sedangkan Ciruas-Petir-Warung Gunung serta Citeras-Tigaraksa berfungsi sebagai jalur penghubung dan alternatif saat kepadatan terjadi di arteri utama.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pada H-10 Lebaran seluruh lubang jalan harus sudah tertangani. Ini penting untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Arlan.
Ia menambahkan, untuk menghindari hambatan selama masa mudik, proyek konstruksi besar yang berpotensi menyebabkan sistem buka-tutup jalan sementara ditunda. Fokus diarahkan pada pemeliharaan rutin dan penanganan cepat di titik-titik kerusakan.
“Kami memilih mengoptimalkan pekerjaan pemeliharaan rutin agar kondisi jalan tetap mantap. Penundaan proyek konstruksi dilakukan agar tidak menimbulkan hambatan baru selama masa mudik,” tandas Arlan. (raffi)







