BANTENRAYA.CO.ID – Aktivitas Pendakian Gunung Pulosari di Kawasan Jalur Pamengker, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, kembali dibuka untuk umum.
Pembukaan Jalur Pamengker berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat, meski sebelumnya Jalur Pamengker sempat ditutup warga.
Pengelola Jalur Pamengker, Jumroni membenarkan, sudah ada kesepakatan dengan warga terkait dibukanya kembali aktivitas pendakian via Jalur Pamengker.
Warga setempat sudah berkomitmen untuk mengelola jalur pendakian untuk wisata. “Iya, sudah dibuka. Jalur Pamengker di kelola saya sama warga. Alhamdulillah aman kondusif,” kata Jumroni, Selasa (14 Juli 2026).
BACA JUGA : Dua Pengelola Tambang Pasir Ilegal di Wanasalam Jadi Tersangka
Kata Jumroni, aktivitas pendakian via Jalur Pamengker sudah dibuka sejak beberapa bulan. Bahkan, sudah banyak pendaki yang berkunjung untuk melihat keindahan alam Gunung Pulosari.
“Sudah dibuka lama sekitar 6-7 bulan. Harapan kami pembukaan Jalur Pamengker aman, nyaman, tertib kondusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” bebernya.
Camat Pulosari, Juhanas Waluyo mengatakan, wisata aktivitas pendakian Jalur Pamengker, Kecamatan Pulosari, sudah dibuka untuk umum.
Wisata pendakian dikelola Perusahaan Villa Emas Gunung Pulosari bekerja sama dengan warga setempat. “Jalur pendakian via Pamengker sudah lama dibuka. Tapi yang Jalur Cihunjuran yang tutup,” katanya.
BACA JUGA : Tim Medsos Ibadurrahman Diganjar Penghargaan
Dia menjelaskan, memang wisata pendakian Jalur Pamengker sempat ditutup oleh warga. Namun setelah dilakukan musyawarah, warga sepakat jalur pendakian dibuka kembali untuk para pendaki.
“Waktu itu sempat ada miskomunikasi, dan Alhamdulillah semuanya sudah clear. Masyarakat sudah setuju, dan mendukung Jalur Pamengker dibuka lagi,” jelasnya.
Dia mengajak, masyarakat, dan pihak desa di Kecamatan Pulosari untuk mengembangkan potensi wisata lokal di desanya masing masing.
Dorongan tersebut disampaikan agar keberadaan potensi wisata desa dapat memberikan kontribusi untuk pendapatan warga.
“Saya mendorong desa yang memiliki potensi wisata untuk dapat dikembangkan. Mari kita maksimalkan potensi wisata lokal yang ada di desa-desa,” pesannya. (yanadi)





