BANTENRAYA.CO.ID – Bupati Pati Sudewo yang merupakan kader Gerindra melakukan blunder kebijakan parah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Salah satu blunder yang dilakukan olehnya adalah dengan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB sampai 250 persen.
Sontak hal ini menuai protes dari masyarakat Pati karena hal tersebut memberatkan. Apalagi di tengah situasi daya beli masyarakat yang sedang menurun.
HUT RI, Bapenda Korting PBB dan BPHTB
Kemarahan masyarakat Pati bertambah dengan pernyataan dari Sudewo yang mengatakan bahwa ia tidak takut jika didemo oleh warga. Jangan 5.000 warga, 50.000 warga yang turun ke jalan pun, kata Sudewo, dia tidak takut.
Sudewo sendiri beralasan bahwa rencana kenaikan PBB tersebut dilakukan demi mempercepat pembangunan.
Kata dia, dana pajak akan digunakan untuk membiayai proyek jalan dan jembatan, pertanian, kemudian juga renovasi rumah sakit daerah.
200 Ribu Rumah di Banten Tak Layak Huni
“Siapa yang melakukan penolakan? Yayak Gundul? silakan lakukan penolakan. Jangankan 5.000 orang, 50.000 orang saya tak gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan,” kata Sadewo.
Rakyat Pati berencana melakukan demo besar-besaran pada 19 Agustus untuk menentang kebijakan kenaikan PBB sebesar 250 persen itu.
Keadaan di Pati bertambah panas, setelah petugas Satpol PP menyita donasi air di posko donasi untuk unjuk rasa tolak kenaikan PBB 250 persen dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di sekitar Alun-alun Pati.
Warga sempat beradu mulut dan bersitegang dengan Pj Sekda Pati.
Dan saat ini, respons masyarakat Pati semakin keras yang dibuktikan dengan donasi yang terus mengalir untuk aksi demo 50.000 massa.
Ribuan dus air minum memenuhi halaman kantor Bupati Pati sepanjang satu kilometer. **




