Kereta Rangkasbitung-Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Kereta Rangkasbitung-Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon
Kereta api Rangkasbitung-Merak saat melintasi daerah Kota Serang.

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan rekayasa perjalanan kereta api jurusan Rangkasbitung-Merak selama musim mudik Lebaran 2026.

Selama periode tersebut, kereta api tidak akan berhenti di Stasiun Merak, melainkan hanya sampai di Stasiun Cilegon.

Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang yang menuju kawasan Pelabuhan Merak saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pengaturan tersebut berlaku selama periode puncak arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2016.

Dia menyebut, aturan itu akan efektif berlaku pada 13-20 Maret 2026 ketika puncak arus mudik dan arus balik terjadi.

BACA JUGA : Akuntansi Kripto: Bagaimana Bitcoin Dicatat di Laporan Keuangan?

“Per tanggal 13 sampai 20 Maret, seperti masa arus mudik dan balik, kereta tidak sampai Stasiun Merak, tapi hanya sampai Stasiun Cilegon,” kata Tri Nurtopo, Rabu (11 Maret 2026).

Menurut Tri, dipilihnya Stasiun Cilegon sebagai titik akhir perjalanan kereta api bertujuan untuk menghindari penumpukan penumpang di kawasan Merak yang menjadi salah satu titik keberangkatan utama menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

Selain itu, Stasiun Cilegon dinilai memiliki kapasitas yang lebih memadai untuk menampung kedatangan penumpang kereta api dibandingkan stasiun yang berada lebih dekat dengan pelabuhan.

Setelah Stasiun Cilegon, sebenarnya terdapat dua stasiun lain di jalur tersebut, yakni Stasiun Krenceng dan Stasiun Merak.

BACA JUGA : Perkuat Spirit Hijrah dan Kepedulian Sosial, UKM UPTQ UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Gelar Kabar Ramadan

Untuk mengakomodasi mobilitas penumpang menuju kedua stasiun itu, pemerintah menyiapkan angkutan lanjutan.

“Akan ada angkot yang akan mengantar ke Krenceng dan Merak. Karena kan ada dua stasiun lagi setelah itu,” katanya.

Tri menambahkan, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai perlengkapan dan personel untuk mengatur arus mudik di lapangan, termasuk di kawasan pelabuhan.

Total ada 19 titik yang akan dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya personel dan penyimpanan peralatan, baik di jalur mudik maupun jalur wisata.

BACA JUGA : Bank bjb Siap Sambut Idulfitri 1447 H, Hadirkan Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking di Berbagai Kota

“Sudah disiapkan perlengkapan di lapangan, di Pelabuhan Ciwandan juga sudah siap. Jadi nanti beberapa orang yang selesai dari pengawasan arus mudik, kalau sudah sepi dipindahkan ke jalur wisata,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Banten juga menyiapkan 13 Pos Pengaturan Lalu Lintas (Pos Gatur Lalin) yang tersebar di sejumlah titik strategis di sepanjang jalur mudik. Pos tersebut berada di Exit Tol Merak, Flyover Merak,

Simpang Kantor KSKP Merak, Rest Area KM 68A Tol Tangerang-Merak, Simpang JLS Ciwandan, Simpang PCI Cilegon, hingga kawasan Pelabuhan Pelindo Ciwandan.

Pengawasan juga dilakukan di jalur menuju kawasan wisata yang biasanya ramai saat libur Lebaran, seperti Pasar Anyer, Mercusuar Anyer, Simpang Teneng, Exit Tol Rangkasbitung, serta Simpang Bitung di Kabupaten Tangerang.

BACA JUGA : Eksploitasi Tambang Pemicu Banjir

Diketahui, kawasan Merak merupakan salah satu titik krusial arus mudik nasional karena menjadi jalur utama penyeberangan menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak.

Pada musim mudik Lebaran, jutaan pemudik diperkirakan melintasi jalur tersebut, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus, maupun kereta api yang terhubung dengan moda transportasi laut.

Karena itu, rekayasa perjalanan kereta api dan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mengurangi potensi kepadatan di sekitar pelabuhan serta menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya pada layanan penyeberangan menuju Sumatera.

BACA JUGA : Puncak Mudik, Cikuasa dan JLS Dijadikan Bufferzone

Berbeda dengan lokasi mudik lain di pulau Jawa, Merak menjadi pusat dan tidak ada alternatif lain untuk para pemudik sehingga kelancaran di lokasi ini sangat menentukan berhasil dan tidaknya program mudik tahun 2026.

“Banten menjadi salah satu titik paling krusial dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, khususnya untuk penyeberangan,” ujarnya seusai rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2026 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (16 Februari 2026).

Kementerian Perhubungan RI pun menyiapkan empat pelabuhan di Provinsi Banten untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil untuk memecah kepadatan kendaraan yang selama ini terpusat di kawasan Pelabuhan Merak. (tohir)

 

Pos terkait