Ketua Kadin Cilegon Hingga Chandra Asri Diperiksa

Ketua Kadin Cilegon Hingga Chandra Asri Diperiksa
DIPERIKSA - Ketua Kadin Cilegon Muhammad Salim saat menjalani pemeriksaan, Kamis (15 Mei 2025).

BANTENRAYA.CO.ID – Buntut video viral dugaan permintaan jatah proyek senilai Rp5 triliun kepada pihak yang diduga berasal dari Chengda Engineering Co oleh sejumlah pengusaha lokal,

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon diperiksa penyidik Subdit Kamneg (Keamanan Negara) Ditreskrimum Polda Banten.

Dalam pantauan di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, Ketua Kadin Cilegon Muhammad Salim tengah diperiksa oleh penyidik. Hingga pukul 12.30 WIB, pria yang disapa Abah Salim itu keluar dari ruang penyidik untuk beristirahat melaksanakan salat Zuhur.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Muhammad Salim enggan memberikan komentar terkait kedatangannya ke Polda Banten. Dia menyebut masih diperiksa oleh penyidik kepolisian.

Pemohon Kartu Kuning Disnakertrans Kota Serang Membludak

“Iya belum selesai. Belum (memberikan komentar-red),” katanya.

Sementara itu sumber internal Kepolisian mengatakan, pada Kamis (15/5/2025) ini, penyidik telah memanggil semua pihak yang ada dalam video.

Di antaranya, Ketua Kadin Cilegon, Ketua HIPMI Cilegon, pihak Chandra Asri dan Chengda Engineering Co.

“Iya (semua yang ada dalam video-red). Untuk hari ini dari Kadin, Chandra Asri sama Chengda,” katanya.

Gubernur Banten Andra Soni Borong Buku Best Seller

Dia menjelaskan para pihak yang hadir di Polda Banten, harusnya menjalani pemeriksaan pada Rabu (14/5/2025) kemarin.

Namun tertunda lantaran adanya pertemuan dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu di Jakarta.

“Jadinya hari ini, kemarin ada pertemuan di Jakarta. Untuk besok (Jumat 16 Mei 2025) dari pihak HIPMI,” jelasnya.

Dari keterangan sementara yang diperolehnya, pertemuan dalam video yang viral itu merupakan pertemuan lanjutan.

Apdesi Nilai Program 1 Desa 3 Sarjana Memberatkan

Dimana, para pengusaha di Cilegon meminta pihak Chengda untuk melibatkan pengusaha lokal dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

“Sebenarnya pihak Chengda sudah menerima, cuma mereka minta data perusahaannya untuk diajukan (berkompeten dibidangnya atau tidak-red) ke pusat (Perusahaan di China-red).

Mereka sebetulnya bisa (tanpa pengusaha lokal-red) karena perusahaan besar,” jelasnya.

Dia menegaskan saat ini pihaknya masih mendalami adanya dugaan pemerasan dan pengancaman, yang dilakukan oleh orang yang ada dalam video tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni Mendadak Jadi Operator Pelayanan Samsat Keliling

“Belum butuh itu (Ahli bahasa), karena dari bahasanya sudah ada ancaman,” tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan jika pihaknya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten tengah menyelidiki dugaan permintaan proyek triliunan tersebut.

“Iya benar sedang dalam penyelidikan,” katanya saat dikonfirmasi Selasa 13 Mei 2025.

Diketahui, dalam video yang beredar di medsos, sejumlah pengusaha lokal dan anggota Kamar Dagang Industri atau Kadin Cilegon tengah berdialog dengan perwakilan perusahaan Chengda Engineering Co.

Gubernur Banten Andra Soni Mendadak Jadi Operator Pelayanan Samsat Keliling

Diketahui kontraktor asal China itu, rencananya akan menggarap proyek pembangunan di Chandra Asri Alkali (CAA).

Salah satu perwakilan yaitu yang diduga Ketua Kadin Cilegon Muhammad Salim meminta untuk diberikan porsi proyek pembangunan Chandra Asri Alkali.

Bahkan, meminta proyek untuk pengusaha lokal tanpa harus melalui lelang, dengan nilai Rp5 triliun dan untuk Kadin (atau) Rp3 triliun. (darjat)

 

Pos terkait