BANTENRAYA.CO.ID – Gubernur Bali I Wayan Koster menuai kecaman dari masyarakat setelah meminta warga untuk mengurus sampahnya sendiri seiring dengan penutupan Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Suwung, Denpasar.
I Wayan Koster mengatakan bahwa pada dasarnya masyarakat seharusnya bisa mengelola sampahnya sendiri terutama sampah organik.
Sedangkan sampah anorganik yang tak bisa diolah dibuang ke tempat pembuangan sampah yang bisa diolah kembali.
Budi Naik Bus Tubagus, Agis Bersihkan Sampah Cibanten
Koster mengatakan, masyarakat atau pengusaha tidak boleh menolak penutupan TPA Suwung.
“Sampah dibikin sendiri diselesaikan sendiri. Jangan sampah bikin sendiri, orang yang suruh yang urus. Saya punya sampah saya kirim ke rumah mu, mau? Harus selesai di rumahmu sendiri,” kata Koster seperti dilansir disway, Selasa 5 Agustus 2025.
Koster mengatakan, TPA Suwung harus ditutup karena ketinggian sampah sudah menggunung. Satu-satunya cara menangani sampah di Bali adalah pengelolaan berbasis sumber, baik oleh masyarakat dan pe ngusaha.
“Solusinya olah sampah di rumah tangga, pilah organik dan nonorganik. Ada yang tidak bisa diolah organik, yang residu diolah di TPS-3R, di TPST, enggak ada cara lain,” katanya.
Harta Kekayaan Sachrudin yang Diprediksi Memimpin Kembali Golkar Kota Tangerang, Punya Mobil Unik
Koster merupakan Gubernur Bali dari PDI Perjuangan yang sudah dua kali menjabat yakni dari 2018–2023 dan 2025–2030.
Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI PDIP dari 1 Oktober 2004 sampai 14 Mei 2018.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilansir oleh KPK tahun 2024, harta I Wayan Koster saat ini mencapai Rp3,5 miliar.
Harta kekayaan I Wayan Koster meliputi 9 bidang tanah dengan total Rp 3,1 miliar, dan satu unit kendaraan Toyota Alphard senilai Rp313 juta.
Harta kekayaan I Wayan Koster turun drastis dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp 7,9 miliar. ***






