BANTENRAYA.CO.ID – Lahan pertanian di Kabupaten Lebak dan Pandeglang dikabarkan diserang hama yang merusak tanaman padi.
Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Banten daerah pemilihan Kabupaten Lebak Iip Makmur.
Iip mengungkapkan, dia mendapatkan banyak laporan dari para petani terutama yang ada di Lebak dan Pandeglang tentang maraknya hama yang menyerang lahan pertanian para petani.
Hama hama itu berupa tikus, babi hutan, hingga monyet yang merusak hasil panen petani dan kebun mereka.
Sekda Kota Serang dan Lebak Pindah ke Pemprov
Terkait adanya hama babi hutan, Iip memperkirakan bahwa babi-babi hutan itu merusak tanaman dan kebun petani karena terjadinya pembabatan hutan.
Akibatnya babi hutan kehilangan makanan alami yang biasa didapatkan di hutan tersebut.
Akhirnya, babi-babi itu merambah ke lahan milik petani. “Babi hutan ini mungkin karena ada pembukaan hutan,” kata Iip, Rabu (19 Agustus 2025).
Meski demikian, hingga saat ini Iip belum mendapatkan informasi pasti tentang berapa luas lahan yang rusak oleh serangan hama tersebut.
Antisipasi Kembali PKL Berjualan, Pemkot Serang Pasang Pagar di Sekitar Luar Pasar Rau
Dia pun meminta agar Dinas Pertanian Provinsi Banten segera turun tangan untuk mengendalikan serangan hama yang akan merugikan para petani tersebut.
“Dinas pertanian harus segera melakukan tindakan konkret untuk mengatasi hama ini,” katanya.
Politisi PKS ini mengatakan, dia saat ini akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk segera mengatasi masalah ini.
Sebab ada juga petani yang gagal panen akibat serangan hama ini.
Sekda Kota Serang dan Lebak Pindah ke Pemprov
Iip mengatakan, selain pemberian racun tikus hal yang juga bisa ditiru dalam konteks pengendalian tikus adalah apa yang dilakukan oleh masyarakat Karawang, Jawa Barat, yang memelihara burung hantu sebagai pemangsa tikus.
Cara ini menurutnya lebih efektif dalam mengendalikan hama tikus yang menyerang padi para petani. “Tapi memang perlu dikaji juga apakah itu akan efektif di Banten,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengaku belum mendengar adanya serangan monyet dan babi hutan terhadap lahan pertanian di Banten.
Karena itu, dia akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kabar tersebut, terutama kepada Iip Makmur yang menerima aduan dari masyarakat petani tersebut.
Detik-Detik 80 Warga Nyebur Kanal Surosowan Demi Kibarkan Bendera Merah Putih
Sementara untuk serangan hama tikus, dia mengakui hal itu memang kerap terjadi.
Sejauh ini dia mengklaim sudah melakukan pengendalian tikus dengan berbagai cara. Ada kalanya pengendalian dilakukan dengan memberi racun, pemanfaatan burung hantu, hingga gropyokan.
Gropyokan adalah metode memburu tikus yang dilakukan para petani langsung di lahan pertanian mereka.
Dengan cara ini, tikus yang tertangkap langsung dihabisi. Biasanya lubang tikus akan diberi obat berasap yang akan memaksa tikus keluar dari sarang. Setelah keluar, maka para petani akan memburu tikus-tikus tersebut.
Lahan Penertiban Eks PKL Luar Pasar Rau Terlihat Lebar
Meski demikian, Agus mengklaim tidak ada serangan hama yang bisa menyebabkan kegagalan panen.
Dia mengklaim serangan hama biasanya hanya akan merusak lahan pertanian tidak sampai 20 persen. “Serangan tikus tidak menyebabkan gagal panen, tidak sampai 20 persen,” katanya. (tohir)





