Layanan Digaliitsasi Pajak Rendah Peminat

Layanan Digitalisasi Pajak Rendah Peminat
Ilustrasi : Bayar pajak melalui mobil samsat keliling (Samling).

BANTENRAYA.CO.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mengakui rendahnya minat masyarakat terhadap layanan pembayaran pajak secara digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian pendapatan pada awal tahun 2026.

Kepala Bapenda Banten Rd Berly Rizki Natakusumah mengungkapkan, kondisi tersebut berdampak pada realisasi pajak kendaraan bermotor pada Januari hingga Februari yang mengalami penurunan.

“Kondisi ini tentu tidak terlepas dari beberapa faktor, khususnya terkait digitalisasi yang masih belum diminati oleh masyarakat banyak,” ujar Berly, Rabu (25 Maret 2026).

Menurutnya, digitalisasi yang diharapkan menjadi solusi kemudahan pembayaran pajak belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh wajib pajak.

BACA JUGA : Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua di Tempat Wisata

Selain itu, faktor eksternal seperti cuaca juga turut memengaruhi tingkat kehadiran masyarakat di layanan konvensional.

“Cuaca di lapangan sangat memengaruhi okupansi wajib pajak yang datang ke gerai Samsat maupun Samsat Keliling,” katanya.

Meski demikian, Bapenda mencatat adanya perbaikan tren pada Maret 2026. Berly menegaskan pihaknya tetap optimistis target pendapatan pajak daerah dapat tercapai.

“Harus optimis. Kami tidak punya kata lain selain optimis, karena tugas kami adalah memaksimalkan pendapatan daerah,” tegasnya.

BACA JUGA : Bus Wisata Terguling, 21 Penumpang Luka

Sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, Berly mengatakan jika pihaknay telah menyiapkan berbagai strategi, termasuk pemberian suvenir kepada wajib pajak.

Lebih dari 30 ribu unit merchandise seperti mug, payung, dan tumbler disiapkan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar. “Itu sekitar Rp1 miliar untuk souvenir. Ada mug, payung, dan tumbler,” ungkap Berly.

Adapun target pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun ini mencapai Rp2,6 triliun, dengan total target pajak daerah lebih dari Rp7 triliun.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD Samsat Serang Kota, Ratu Ema Mahfudloh, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam membayar pajak sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah.

BACA JUGA : bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun

Menurutnya, pajak daerah menjadi sumber utama pembiayaan berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.

“Pajak ini nantinya akan digunakan untuk membangun Banten. Makanya saya mengajak seluruh masyarakat agar taat membayar pajak,” ujarnya.

Ia menegaskan, manfaat pajak akan kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas umum lainnya.

“Membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi wujud cinta kita terhadap Banten. Dengan taat pajak, kita ikut memastikan masa depan Banten yang lebih maju dan sejahtera,” tandas Ema. (raffi)

Pos terkait