BANTENRAYA.CO.ID – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar atau PBMA menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online atau ojol.
Pengurus Besar Mathla’ul Anwar juga menyerukan agar tragedi ini ditangani secara serius dengan menjunjung tinggi keadilan, kepentingan rakyat, dan nilai persaudaraan.
Ketua Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief mengungkapkan, mewakili keluarga besar Mathla’ul Anwar dirinya menyampaikan bela sungkawa bagi Affan Kurniawan.
“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya saudara kita Affan, seorang pengemudi ojek online, serta mendoakan semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” kata Embay lewat pernyataan tertulis.
BACA JUGA:Partai NasDem Non Aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI
Selain itu, Embay menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan. Aparat penegak hukum menurutnya harus menangani pertsiwa ini dengan adil.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk menangani peristiwa tersebut secara tegas, adil, transparan, serta menindak segala bentuk penyalahgunaan kewenangan yang merugikan rakyat, dengan tetap mengutamakan kepentingan, keadilan sosial, dan keselamatan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat, namun mengimbau agar aspirasi disampaikan secara tertib dan damai.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum sebagai bagian dari demokrasi, sembari mengimbau agar seluruh bentuk penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib, damai, menjunjung tinggi akhlak mulia, serta menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi,” kata Embay.
BACA JUGA: Sama dengan NasDem, PAN Nonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio Sebagai Anggota DPR RI
Pengurus Besar Mathla’ul Anwar juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyikapi perbedaan pandangan. Serta menghindari ujaran kebencian.
“Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog, musyawarah, serta cara-cara damai dalam menyikapi perbedaan pandangan maupun kepentingan, sekaligus menghindari ujaran kebencian, kekerasan, dan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan,” ujar Embay.
Selanjutnya, Embay mengimbau agar semua pihak, baik penyelenggara negara, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur sipil, bersama-sama mendinginkan situasi.
“PBMA menegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak mau diadu domba dengan aparat keamanan atau pihak manapun, serta memberikan waktu dan kesempatan bagi institusi terkait untuk melakukan pembenahan,” katanya.
Embay menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam kondisi seperti ini. Dia menyerukan nilai persaaudaraan dan persatuan dijaga oleh masyarakat.
BACA JUGA:Empat Anggota DPR RI Dinonaktifkan oleh Partainya, Didominasi Artis
“PBMA menegaskan pentingnya persatuan dan keutuhan NKRI sebagai amanah konstitusi sekaligus ajaran agama demi kemaslahatan umat, serta menyerukan agar nilai persaudaraan, perdamaian, dan persatuan terus dijaga oleh seluruh warga bangsa, khususnya warga Mathla’ul Anwar,” tutur Embay.(Tohir)** *




