BANTENRAYA.CO.ID, TANGERANG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar latihan Organisasi Keadaan Darurat (OKD) Level Satu pertama di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat 3 September 2025. Kegiatan yang diadakan di Soekarno Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) ini melibatkan 200 orang personel diobjek vital nasional Bandara Soekarno Hatta ini dilaksanakan sebagai upaya untuk melatih kesiapan dan kemampuan personel dalam menghadapi insiden kegawat daruratan.
Dalam latihan tersebut, seluruh personel dihadapkan dengan sekenario terjadinya luberan avtur pada tangki yang disebabkan kegagalan pada instrumen kontrol dan bereskalasi menjadi kebakaran. Musibah kebakaran tersebut menimbulkan dampak pada operasional SHAFTHI dan Airport Soekarno – Hatta serta membuat warga sekitar lokasi merasa tidak nyaman dan melakukan demo.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Freddy Anwar mengatakan,kegiatan OKD merupakan salah satu bentuk mitigasi terhadap kejadian yang tidak diinginkan guna mempersiapkan para pekerja di lokasi.
Melalui latihan tersebut, sambung Freddy, diharapkan para pekerja dapat bersikap sigap dan waspada terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
“Kegiatan OKD ini merupakan bagian dari upaya mitigasi kami terhadap potensi kejadian yang tidak diinginkan di lapangan. Tujuannya tentu untuk memastikan seluruh pekerja di lokasi siap, sigap, dan waspada dalam menghadapi berbagai situasi.
Freddy berparap, latihan tersebut membuat para pemangku kepentingan tanggap dan tangguh terhadap potensi kebencanaan yang dapat terjadi sewaktu waktu.
“Harapannya, melalui latihan ini, teman-teman semua bisa lebih tanggap dan terlatih dalam menjalankan prosedur keselamatan kerja secara maksimal,” tambahnya.
Manager Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI) Ady Hafriady mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk menguji seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat.
“Kegiatan ini kita rancang untuk menguji koordinasi, kecepatan respon, dan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi situasi darurat. Melalui simulasi ini, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja, sekaligus memastikan operasional tetap andal dan aman bagi semua pemangku kepentingan,” ucapnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya antisipasi terjadi bencana.
“Latihan ini kita adakan sebagai langkah antisipasi, supaya kalau suatu saat terjadi keadaan darurat, kita sudah tahu harus berbuat apa. Ini juga bagian dari upaya kita menjaga keselamatan dan memastikan semua berjalan sesuai prinsip HSSE,” ucapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja. Dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan prosedur keselamatan kerja yang benar, menjaga keamanan area kerja, serta melindungi diri, rekan kerja, dan lingkungan dari potensi bahaya yang mungkin timbul.
Sekdar diketahui, kegiatan tersebut turut melibatkan Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Freddy Anwar, General Manager Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana, Manager Soekarno-Hatta Fuel Terminal & Hydrant Installation Ady Hafriady, Senior Supervisor Health, Safety, Security & Environment Pertamina Regional JBB Chandra Julianto, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno Hatta Naning Nugrahini, Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Ronald F.C Sipayung, Damkar Kota Tangerang, Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) Bandara Soekarno-Hatta, Aviation Security, Apron Movement Control, Airnav JATSC, RSUP Sitana dan masyarakat Kota Tangerang.
Rangkaian Simulasi Keadaan Darurat ini mengujikan kesiapan penanggulangan Major Accident Hazard tidak hanya di Terminal SHAFTHI tapi juga melibatkan kesiapsiagaan di Emergency Commad Centre di Regional Jawa Bagian Barat dan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat dari Integrated Terminal Jakarta. (ger)








