Naik Kapal Butuh Belasan Jam

Naik Kapal Butuh Belasan Jam
KEMACETAN PANJANG: Kondisi macet panjang dari pelabuhan hingga pintu Tol Cilegon Barat, Rabu (4 Maret 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Truk pengangkut berbagai kebutuhan masyarakat antre dari Jalan Cukuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak, Rabu (4 Maret 2026).

Butuh waktu belasan jam bagi sopir truk untuk bisa masuk ke area dermala dan naik ke kapal yang akan menunju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Diketahui, truk mengular panjang akibat gelombang tinggi di Selat Sunda, sehingga proses bongkar muat kapal di Pelabuhan Penyeberangan Merak dilakukan perlahan dan memakan waktu berjam-jam.

Kondisi cuaca buruk terjadi sejak Selasa (3 Maret 2026) petang, membuat kondisi bongkar muat kapal berjalan lambat dan adanya pembatasan kendaraan yang masuk ke pelabuhan.

BACA JUGA : PPPK Paruh Waktu Tak Dapat THR

Pantauan Banten Raya di lapangan, kondisi kemacetan sudah mengular hingga pintu keluar Tol Cilegon Barat hingga pukul 16.00.

Dimana, para sopir juga sudah puluhan jam menunggu untuk bisa masuk ke dermaga pelabuhan dan naik ke kapal.

Salah satu sopir truk yang terjebak macetdi Cikuasa Atas Samsul menyatakan, dirinya dari Selasa malam sudah terjebak macet dan berhenti di Jalan Cikuasa Atas.

Kondisi tersebut karena adanya cuaca buruk di Pelabuhan Merak. “Macet dari semalam. Ini saya belum bisa masuk ke pelabuhan,” katanya, Rabu (4 Maret 2026).

BACA JUGA : Transparansi Keuangan Publik: Mengapa Laporan Pemerintah Jarang Dipahami?

Samsul menyampaikan, selain cuaca buruk tidak dipungkiri jika sekarang intensitas truk angkutan lebih banyak. Sebab, nantinya akan ada pembatasan bagi truk angkutan logistik selama lebaran.

“Jumlahnya juga nambah jelang lebaran. Jadi emang kondisinya selain cuaca buruk, truk juga lagi ramai-ramainya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu petugas lapangan PT ASDP yang enggan disebutkan namanya menyatakan, proses masuk truk ke pelabuhan dibatasi sebanyak 50 unit saja. Hal itu untuk memastikan tidak ada penumpukan di dermaga.

“Dibatasi hanya 50 unit truk yang masuk ke dermaga. Ini karena ada bongkar muat yang lebih lama karena kondisi gelombang yang belum jelas,” ujarnya.

BACA JUGA : Pemprov Banten Revitalisasi Makam Syekh Asnawi Caringin

Ia menyatakan, kondisi cuaca buruk sudah terjadi sejak Selasa 3 Maret 2026. Dimana, gelombang menerjang sangat kencang dan sejumlah pembatas besi juga rusak. “Semalam gelombang tinggi sekali. Beberapa pembatas juga rusak karena terjangan gelombang,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Regional II PT ASDP Vidon menjelaskan, penumpukan terjadi karena adanya kenaikan volume kendaraan.

Hal itu karena akan adanya pembatasan dan pelarangan truk sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) pada 13 Maret mendatang.

“Volume kendaraan sekarang meningkat. Banyak kendaraan logistik sekarang berangkat menghindari SKB nanti,” ujarnya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Musik Nasional di Banten Dihadiri Menteri Fadli Zon

Vidon menegaskan, pihaknya sudah melakukan rekayasa lalu lintas. Dimana, ada pembagian dari sisi kendaraan. “Membagi dua jalur di Cikuasa Atas. Dibuat dua sisi, yakni paling kiri untuk truk,” pungkasnya. (uri)

Pos terkait