BANTENRAYA.CO.ID – Provinsi Banten menjadi tuan rumah peringatan Hari Musik Nasional 2026 yang digelar di Gedung Negara ProvinSsi Banten, Kota Serang, Senin (9 Maret 2026).
Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ini berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah musisi nasional di dunia musik religi.
Adapun peringatan Hari Musik Nasional 2026 itu mengambil tema ‘Lantunan Musik dan Lagu Sebagai Doa dari Banten untuk Keselamatan Indonesia’.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAPPRI Tony Wenas mengatakan, Hari Musik Nasional ini digagas oleh PAPPRI mulai dari tahun 1997 dalam Rakernas PAPPRI.
Sejak saat itu, terus digaungkan setiap tahunnya. Kemudian akhirnya membuahkan hasil pada 2013 dengan diterbitkannya Keputusan Presiden (Keppres) nomor 10 tahun 2013, yaitu penetapan Hari Musik Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Maret.
“Tanggal itu bertepatan dengan hari lahir tokoh musik Indonesia yang sangat kita banggakan, yaitu almarhum Wage Rudolf Supratman,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Musik Nasional pihaknya jadikan momentum untuk merawat identitas budaya, untuk menghargai karya para musisi dan para seniman, dan tentu saja memperkuat ekosistem musik nasional.
“Talenta-talenta kita banyak sekali, Pak Gubernur, baik secara lokal, secara nasional, maupun internasional. Jadi, kita memiliki potensi yang besar,” tuturnya.
Kehadiran PAPPRI, papar Tony, bukan hanya menciptakan atau memberikan fasilitasi, tapi juga melindungi karya tapi juga hak para musisi sebagai artis.
PAPPRI turut berperan aktif di Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Adapun hal lain yang kini menjadi sorotannya adalah terkait program regenerasi agar musik sebagai pesan persatuan terus lestari.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPP) PAPPRI Provinsi Banten Muhammad Faizal mengatakan, peringatan Hari Musik Nasional dipusatkan di Banten merupakan salah satu bagian upaya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Banten.
Selain itu juga pihaknya memilki visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para seniman musik di Banten.
BACA JUGA : Kontingensi Plan Disiapkan Hadapi Cuaca Buruk Mudik Lebaran
“Dalam pelaksanaannya, kami juga berupaya bersinergi dengan para pelaku UMKM dalam setiap kegiatan, sehingga tidak hanya menghidupkan ekosistem seni dan musik, tetapi juga turut mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, pada momen ini PAPPRI sepakat bahwa musik lebih dari sekadar nada.
Bukan sekadar seremonial perayaan tapi berkumpul di bawah satu payung besar musik Indonesia yang dalam balutan peringatan Hari Musik Nasional dengan tema ditingkat nasional ‘Nada Nusantara, Resonansi Dunia’.
“Sedangkan PAPPRI Banten mengusung: ‘Musik dan Lagu sebagai Doa untuk Solidaritas Nasional’,” katanya.
BACA JUGA : Usung Konsep Luxury-Modern Homey, Alula Hotel Favoritnya Bule
Pada kesempatan tersebut, lanjutnya, PAPPRI Banten ingin menegaskan komitmen untuk terus menjadi wadah bagi penyanyi, pencipta lagu, musisi, relawan, agar tetap kreatif secara karya dan tetap sejahtera secara hak.
Pihaknya ingin ekosistem musik di Banten menjadi lokomotif ekonomi kreatif, menghidupkan destinasi wisata, membahagiakan semua pihak.
“Musik diharapkan dapat meningkatkan indeks kebahagiaan bagi masyarakat Banten.
Jika politik seringkali memisahkan, maka musiklah yang bertugas mempersatukan kita pada rumah yang sama yaitu Indonesia,” ungkapnya.
BACA JUGA : Usung Konsep Luxury-Modern Homey, Alula Hotel Favoritnya Bule
Di akhir sambutannya, Faizal berharap ke depan Provinsi Banten dapat memiliki Gedung Kesenian sebagai wadah untuk melahirkan insan-insan seniman dan budayawan Banten.
Selain itu, gedung tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang untuk melestarikan nilai-nilai budaya daerah Banten.
“Kami juga berharap ke depan terdapat nama jalan W.R. Supratman di Ibu Kota Provinsi Banten maupun di Kabupaten/Kota lainnya sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh besar yang telah berjasa bagi bangsa dan dunia musik Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni memberikan aprediasinya kepada PAPPRI yang telah mewadahi insan-insan pencipta lagu, pelaku seni untuk bisa berkreasi.
BACA JUGA : Alula Hotel Hotel Pintu Masuk Wisata Lebak Selatan
Ia berharap tema Hari Nasional tingkat nasional Nada Nusantara: Resonansi Dunia. “Musik juga bisa menjadi alat pemersatu,” ujarnya.
Andra mengungkapkan, sebelumnya pernah ada rilis survei sebuah lembaga jika tingkat kebahagiaan warga Provinsi Banten itu paling rendah se-Indonesia.
Oleh karenanya, dengan kehadiran PAPPRI diharapkan bisa meningkat indeks tersebut.
“Kemudian pertumbuhan industri kreatif di Banten kami harapkan juga bisa maju pesat. dDengan pertumbuhan tersebut, dengan 17 subsektor ekonomi kreatif akan membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.
BACA JUGA : Kontingensi Plan Disiapkan Hadapi Cuaca Buruk Mudik Lebaran
Pada kesempatan itu juga turut memberikan sambutan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
KemudianMenteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melalui saluran video. Turut hadir dalam acara Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Pasca sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penampilan para penyanyi religi kenamaan Ita Purnamasari, Snada hingga pelantun lagu Ummi yakni Sulis satu persatu memberikan suara emasnya yang menambah meriah suasana. (*/rahmat)







