BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi menandatangani kerja sama penggunaan Banten International Stadium (BIS) sebagai markas klub Dewa United Banten FC untuk musim kompetisi 2025-2026.
Kesepakatan ini diproyeksikan mendatangkan pemasukan sekitar Rp850 juta ke kas daerah selama satu musim.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama Presiden Klub Dewa United Banten FC Ardian Satya Negara, di Pendopo Lama Gubernur Banten, Kamis (7 Agustus 2025).
Usai itu, dilanjutkan dengan kontrak sewa stadion yang diteken oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten.
Gubernur Banten Andra Soni menyebutkan, kerja sama ini bukan hanya soal pemanfaatan fasilitas, tapi juga bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan sekitar stadion.
Angka Sebenarnya Kemiskinan di Pati yang Bupatinya Naikkan PBB Hingga 250 Persen
“Alhamdulillah hari ini kita sudah tanda tangan mengenai kerja sama dengan klub liga super league Dewa United Banten FC, dan ini bukan hanya soal menyewakan stadion saja.
Kehadiran Dewa United Banten FC di BIS akan menciptakan perputaran ekonomi yang luas, mulai dari perhotelan, restoran, UMKM, hingga transportasi.
Ini adalah bentuk konkret janji kami kepada masyarakat untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Andra.
Andra menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi jawaban atas tantangan optimalisasi Stadion BIS yang telah dibangun sejak tiga tahun lalu, namun belum digunakan secara masif.
Nanang Saefudin, Mendadak Jadi Artis
“Dengan adanya kerja sama ini, stadion yang sudah ada sejak 3 tahun lalu bisa termanfaatkan. Dan saya berharap bisa berdampak pada peningkatan dan perputaran roda ekonomi yang ada di sekitar stadion,” jelasnya.
“Rencana akan ada 17 pertandingan kandang selama satu musim Super League. Artinya, akan banyak klub sepak bola yang datang ke sini, ribuan penonton hadir, dan itu artinya peluang besar untuk pelaku ekonomi lokal,” imbuhnya.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa nilai sewa stadion ditetapkan sebesar Rp50 juta per pertandingan.
Dengan 17 pertandingan kandang yang dijadwalkan, maka total nilai kerja sama mencapai Rp850 juta. Pendapatan ini dinilai cukup signifikan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan stadion.
Gubernur Banten Andra Soni Saksikan MoU antara PT ABM dan CV Naufan Putra
“Potensinya sekitar 800 sampai 850 juta dari pertandingan resmi. Itu belum termasuk jika stadion digunakan untuk pertandingan tambahan atau kegiatan masyarakat lainnya.
Minimal biaya pemeliharaan satu tahun sudah tertutupi,” ucap Arlan.
Selain pendapatan langsung, Arlan juga menyoroti dampak ekonomi yang jauh lebih besar dari sekadar angka sewa.
Ia menyebut sektor perhotelan, kuliner, dan pelaku UMKM diprediksi akan merasakan lonjakan permintaan saat pertandingan berlangsung.
“Seperti yang disampaikan oleh pak Gubernur tadi, kita melihatnya secara luas, meski angkanya kelihatan kecil di atas kertas, tapi dampak sosial ekonominya bisa mencapai miliaran rupiah.
Ini yang kita maksud dengan manfaat tidak langsung dari kerja sama ini,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran akses dan kenyamanan penonton, Arlan mengatakan Pemprov telah mempersiapkan berbagai hal, termasuk pemeriksaan fasilitas stadion secara berkala serta koordinasi untuk pelebaran jalan menuju lokasi.
“Pemeriksaan teknis dan keamanan sudah dilakukan tiga hari lalu. Ke depan, kami akan lanjutkan pembangunan parkir dan fasilitas penunjang lain. Karena tentu kantung parkir ini akan membutuhkan perluasan lagi jika nanti ada pertandingan.
Makanya kita harapan Dewa United juga ada sumbangsih mengenai kerja sama apa yang akan dilakukan untuk pembangunan BIS,” terangnya.
“Terkait dengan akses jalan, Pak Gubernur juga sudah menginstruksikan ke saya dan pak Sekda agar akses jalan diperjuangkan ke Kementerian PU untuk bisa menjadi prioritas,” lanjut Arlan.
Masih dalam kesempatan yang sama, Presiden Dewa United Banten FC, Ardian Satya Negara mengungkapkan bahwa, pemilihan BIS sebagai home base tak lepas dari kualitas stadion dan kedekatan emosional klub dengan Banten.
“Stadion ini sudah sangat layak, dan kami juga berasal dari Banten. Kami ingin mewakili daerah sendiri dan membawa manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” kata Ardian.
Gubernur Banten Andra Soni Lepas Ekspor Emping Melinjo ke Arab Saudi Sebanyak 6,48 Ton
Ia menambahkan bahwa, untuk tahap awal, kerja sama dilakukan selama satu musim.
Namun ke depan, pihaknya terbuka untuk memperpanjang kolaborasi sekaligus menambah investasi, termasuk pembangunan lapangan latihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Kami ingin membangun fasilitas latihan di sekitar stadion agar bisa dimanfaatkan anak-anak muda Banten. Tapi tentu kami tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh dukungan penuh dari masyarakat,” pungkasnya. (raffi)





